SALAM PAPUA (TIMIKA)- Hingga Sabtu (11/4/2026) ratusan warga Timika masih mengantre untuk membeli gas LPG di depan agen PT Indimatam Nusantara di Jalan Yos Sudarso Nawaripi Timika. Menurut beberapa warga, mereka sudah datang ke lokasi antre sejak pukul 03.00 WIT dan seterusnya duduk dan menunggu pintu agen dibuka.

Pantauan Salampapua.com, ratusan warga memang sudah berdiri rapi dengan membawa tabung gas elpiji 12 kilogram di pinggir jalan sehingga kondisi di sekitar lokasi antre penuh dengan warga dan kendaraan mereka.

“Saya sudah antre sejak pukul 4 pagi. Habis gas sudah habis dan tidak bisa memasak lagi,” ujar seorang warga, diiyakan para warga lain yang didominasi kaum pria.

Beberapa warga yang sempat ditanyakan soal beralih dari gas ke minyak tanah mengatakan, bahwa di Timika juga harga minyak tanah selain mahal juga langka. Demikian juga jika beralih ke kayu bakar, harus membeli dari warga lain yang juga tidak murah. Masalahnya juga, jika membuka warung dan menggunakan kayu bakar sudah tidak bisa karena kayu juga mahal.

“Rumah sekarang kan sudah rumah batu dan terbatas jadi kalau pakai kayu untuk memasak, rumah jadi kotor dan asap kemana-mana, apalagi buka warung aduh repot pak,” ujar Rasyid warga lain, sembari menunggu antrean gas bersama ratusan warga lain.

Sementara itu, menurut petugas yang menjaga di pintu masuk agen gas elpiji, Charles, pada antrean kali ini hanya menjual 100 tabung gas 12 kilogram padahal warga yang antre lebih dari 100 bahkan mungkin 200 orang lebih.

“Hari ini hanya 100 tabung isi 12 kilogram yang bisa dikeluarkan sembari menunggu masuknya kapal yang mengangkut gas ke Timika, dan dijadwalkan akan masuk pada tanggal 14 April. Nantinya juga para warga akan diberikan kupon sehingga tidak perlu antre lagi hanya bawa kupon itu,” ujarnya.

Mustofa, warga lain mengatakan bahwa antrean gas juga terjadi di daerah lain sehingga memang bukan hanya di Mimika saja. Meski ada alasan pengambilan gas karena dialihkan ke Ambon, menurutnya hal itu hanya alibi dan dirinya tidak bisa memastikan kebenarannya. Hingga berita ini diturunkan, para warga masih menunggu giliran mendapatkan gas elpiji 12 kilogram.

Penulis/Editor: Sianturi