SALAM PAPUA (TIMIKA)- Penggunaan rambut palsu bisa menjadi salah satu cara meningkatkan rasa percaya diri pada penderita kebotakan atau rambut rontok. Rambut palsu juga biasanya digunakan oleh pasien yang menjalani pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi.

Rambut palsu merupakan salah satu cara sederhana untuk menghasilkan penampilan yang berbeda dalam waktu singkat. Tidak hanya modelnya yang beragam, rambut palsu juga tersedia dalam berbagai warna sehingga dapat dipilih sesuai kebutuhan dan selera penggunanya.

Berbagai Jenis Rambut Palsu

Setiap jenis rambut palsu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tergantung bahan dasar pembuatannya. Berikut ini adalah kedua jenis rambut palsu dan perbedaan di antara keduanya:

Rambut palsu berbahan dasar rambut manusia

Pada umumnya, rambut palsu yang terbuat dari rambut manusia memiliki harga relatif mahal. Soalnya, rambut palsu jenis ini tidak mudah rusak dan dapat ditata layaknya rambut asli, seperti diwarnai atau diluruskan dengan pencatok rambut, sehingga terlihat lebih alami.

Rambut palsu berbahan dasar sintetis

Rambut palsu sintetis memiliki bahan dasar polimer, sehingga bentuknya tidak akan berubah meski terkena keringat maupun tersiram air.

Berbeda dengan rambut palsu berbahan dasar rambut manusia, rambut palsu sintetis memiliki harga yang lebih murah, praktis digunakan, dan pilihannya lebih bervariasi.

Alasan Memakai Rambut Palsu

Sebagian orang mungkin memakai rambut palsu untuk meningkatkan rasa percaya diri saat memiliki kondisi yang membuat rambut alami rontok, bahkan menyebabkan kebotakan.

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami rambut rontok dan kebotakan sehingga merasa ingin atau perlu menggunakan rambut palsu, yaitu:

Faktor keturunan atau genetic, perubahan kadar hormon akibat kondisi tertentu, seperti menopause dan gangguan tiroid, penyakit autoimun, misalnya alopecia areata. Efek samping obat-obatan, misalnya obat kemoterapi, antidepresan, dan obat-obatan untuk penyakit jantung

Penyakit tertentu, seperti infeksi jamur pada kulit kepala dan gangguan mental trikotilomania dan penataan dan perawatan rambut yang tidak tepat, seperti terlalu sering mewarnai rambut atau mengikat rambut dengan kencang.Tidak hanya itu, beberapa kondisi seperti stress berkepanjangan, obesitas, usia lanjut, serta kekurangan asupan zat besi, protein, dan zinc, juga bisa membuat seseorang lebih berisiko mengalami rambut rontok dan kebotakan. (Sumber: Alodokter)

Editor: Sianturi