SALAM PAPUA (TIMIKA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika menetapkan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sementara Triwulan I Tahun 2026 sebanyak 227.425 orang. Data tersebut mencakup 18 distrik dan 152 kampung dan kelurahan, dengan rincian 119.122 pemilih laki-laki dan 108.303 pemilih perempuan.
Penetapan dilakukan dalam Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran
Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan I Tahun 2026 yang digelar di ruang
rapat KPU Mimika, Kamis (2/4/2026).
Plh Ketua KPU Mimika yang juga Divisi SDM, Agustinus
Tutupahar mengatakan pleno ini merupakan bagian dari upaya pembaruan data
pemilih secara berkelanjutan.
“Hari ini kami menetapkan jumlah pemilih sebanyak 227.425
orang dalam pleno PDPB Triwulan I 2026,” ujarnya.
Rapat pleno tersebut diikuti komisioner KPU secara langsung
maupun virtual, serta dihadiri unsur Bawaslu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil (Disdukcapil), dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang turut memberikan
masukan terhadap validitas data.
KPU Mimika juga memberi perhatian khusus terhadap pemilih
pemula yang dinilai masih menghadapi kendala, terutama terkait kepemilikan KTP
elektronik.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPU akan menggelar
sosialisasi pada Agustus hingga Oktober 2026 dengan menyasar enam sekolah
menengah atas (SMA) di Mimika.
“Kami akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk
memberikan pemahaman kepada pemilih pemula agar proaktif mengurus KTP saat
memasuki usia 17 tahun,” jelas Agustinus.
Sementara itu Divisi Data KPU Mimika, Budiono, menegaskan
bahwa data pemilih bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan seiring
pembaruan data. Ia menyebut, terdapat penambahan sekitar 2.911 pemilih baru
dalam periode 2024 hingga 2026.
“Kami terus berkoordinasi dengan Disdukcapil untuk
memastikan data semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Mimika, Frans Wetipo, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan data pemilih, terutama pemilih pemula. Menurutnya, persoalan data pemilih masih berpotensi memicu konflik jika tidak dikelola dengan baik.
“Di Mimika, data pemilih sering menjadi sumber konflik saat
pemilu. Karena itu, sosialisasi harus diperkuat agar masyarakat memahami
pentingnya data yang akurat,” tegasnya.
Ia menambahkan, Bawaslu akan terus melakukan pengawasan
serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pemutakhiran data.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

