SALAM PAPUA (TIMIKA) - Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong,
secara resmi menutup Lokakarya Pendidikan Keuskupan Timika yang berlangsung di
Aula Keuskupan Mimika, Jalan SP2, Kamis (16/4/2026) malam.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengatakan bahwa di tengah
perkembangan zaman yang semakin kompleks, perubahan sosial, kemajuan teknologi,
serta berbagai persoalan kemanusiaan, peran gereja dan lembaga keagamaan
semakin dibutuhkan. Menurutnya, gereja tidak hanya hadir sebagai pewarta iman,
tetapi juga memiliki peran nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ia menilai lokakarya pendidikan tersebut menjadi langkah
penting untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya
pendidikan Katolik, sekaligus memperkuat karakter generasi muda. Selain itu,
kegiatan ini juga diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang lebih adil,
inklusif, dan bermartabat.
Emanuel menegaskan Pemerintah Kabupaten Mimika terus
berkomitmen membangun sinergi dengan Keuskupan Timika dan seluruh elemen
masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menghasilkan perubahan nyata
bagi dunia pendidikan di daerah itu.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik tolak untuk
melangkah lebih jauh. Kita siapkan generasi Mimika yang tidak hanya cerdas
secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, teguh dalam integritas, dan
mampu menghadapi tantangan zaman dengan bijaksana,” ujarnya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus
Bofitwos Baru, OSA menyebut masih ada sejumlah pekerjaan rumah bersama yang
harus diselesaikan, khususnya antara keuskupan, yayasan, sekolah, masyarakat,
dan PT Freeport Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten
Mimika.
Ia menjelaskan, selama tiga hari pelaksanaan lokakarya,
berbagai persoalan pendidikan telah diidentifikasi beserta langkah-langkah
strategis yang perlu dilakukan. Kini, menurutnya, yang dibutuhkan adalah
langkah konkret dan kerja bersama agar hasil lokakarya benar-benar membawa
manfaat bagi generasi masa depan di Papua Tengah.
Menurut Uskup Bernardus, lokakarya ini menjadi sarana untuk
saling bertemu, berbagi pengalaman lapangan, dan memperkuat Yayasan Pendidikan
dan Persekolahan Katolik (YPPK) di wilayah Papua Tengah. Ia berharap kegiatan
tersebut melahirkan inspirasi, gagasan, dan jejaring kerja sama baru demi
pengembangan pendidikan di wilayah Keuskupan Timika.
Di kesempatan yang sama, Senior Vice President Sustainable
Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, mengatakan lokakarya telah
menghasilkan tiga poin utama, yakni penguatan tata kelola, penyusunan strategi
program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang, serta dukungan pendanaan
dan peningkatan tenaga kependidikan di Kabupaten Mimika.
Ia berharap manfaat dari hasil lokakarya dapat dirasakan
masyarakat, terutama suku Amungme, Kamoro, lima suku kekerabatan, dan
masyarakat Papua lainnya melalui sekolah-sekolah yang dikelola Yayasan
Keuskupan Timika.
“Bersama Keuskupan dan Pemkab Mimika, kami PT Freeport akan
terus memberikan dukungan agar pendidikan semakin baik,” katanya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

