SALAM PAPUA (TIMIKA) – Setelah tujuh tahun berkiprah dalam
pendidikan anak usia dini di kawasan Mile 32, Kuala Kencana, Yayasan Gerbang
Terang Timur resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Pengembangan Masyarakat
Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan
Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Gedung YPMAK, Jalan Yos
Sudarso, Timika, Rabu (1/4/2026).
Penandatanganan dihadiri Pembina Yayasan Gerbang Terang
Timur, Araminus Omaleng, didamingi Pengawas Yayasan Yohana Jarisetouw serta
Ketua Yayasan Agustina Jarisetouw. Sementara dari pihak YPMAK dihadiri Wakil
Direktur Program, Fery M. Uamang, bersama jajaran.
Ketua Yayasan Gerbang Terang Timur, Agustina Jarisetouw,
mengungkapkan rasa syukur atas terjalinnya kerja sama tersebut setelah
perjalanan panjang yayasan dalam membina anak-anak Papua melalui TK Nangmora
(Sumber Cahaya).
“Puji Tuhan, perjalanan yayasan ini penuh proses. Kami
melihat penyertaan Tuhan, juga semangat dari pembina yayasan Pak Araminus
Omaleng sebagai anak negeri yang terus berjuang. Penandatanganan PKS ini
menjadi anugerah bagi kami,” ujarnya.
Menurut Agustina, kerja sama ini menjadi langkah penting
dalam memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), khususnya di tengah
masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dasar.
“Fondasi pendidikan harus dibangun sejak dini. Kerja sama
ini akan berjalan satu tahun dan akan dievaluasi untuk kemungkinan
perpanjangan,” jelasnya.
Ia menegaskan, dengan adanya dukungan dari YPMAK, para guru
dituntut bekerja lebih maksimal dan profesional dalam mendidik anak-anak.
“Ke depan tidak ada lagi yang bekerja setengah-setengah.
Semua harus lebih serius dan sepenuh hati demi anak-anak, khususnya di Kompleks
23 dan 32,” tegasnya.
Saat ini, TK Nangmora memiliki dua kelas dengan total
peserta didik sekitar 15 anak di TK A dan sisanya di TK B. Selama tujuh tahun
berjalan, sejumlah lulusan telah melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Sebelumnya, operasional sekolah sepenuhnya didanai oleh
pihak pembina yayasan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kualitas
pendidikan semakin meningkat.
Dalam proses pembelajaran, TK Nangmora menerapkan kombinasi
Kurikulum Merdeka dan pendekatan berbasis kearifan lokal.
“Kami tidak hanya fokus pada kurikulum nasional, tetapi juga
mengintegrasikan budaya lokal. Anak-anak juga banyak belajar di alam, tidak
hanya di dalam kelas,” jelas Agustina.
Sementara itu, Pengawas Yayasan, Yohana Jarisetouw,
menambahkan bahwa kerja sama ini akan mendorong peningkatan kualitas tenaga
pengajar, terutama dalam pengelolaan program dan dana yang lebih terstruktur.
“Karena sudah ada dukungan donatur, tentu ada standar yang
harus dipenuhi, terutama kualitas. Ini yang harus kami kejar dan jaga,”
ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendukung
kedisiplinan anak, termasuk memastikan anak-anak siap ke sekolah setiap pagi.
Bahkan, pihak sekolah berinisiatif menjemput anak-anak dari rumah untuk
memastikan kehadiran.
Di sisi lain, TK Nangmora juga menyediakan fasilitas
pendukung seperti makan gratis setiap hari bagi siswa. Program ini telah
berjalan sejak 2022 sebagai upaya mendukung konsentrasi belajar anak.
“Banyak anak datang ke sekolah tanpa sarapan, sehingga kami
siapkan makanan. Ini penting karena anak tidak bisa belajar dengan baik kalau
lapar,” ungkapnya.
Ke depan, pihak yayasan berencana membangun dapur sekolah
dengan melibatkan para orang tua dalam penyediaan makanan bagi anak-anak.
Penulis/Editor: Sianturi

