SALAM PAPUA (NABIRE) - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Persada Nabire mewisudakan 23 lulusan Program Studi Sarjana Gizi dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan III Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium RRI Nabire, Jalan Merdeka, Karang Mulia, Kamis (21/5/2026).

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Mekar di Timur, Menjadi Akar Gizi yang Kuat bagi Kesehatan Tanah Papua.” Kegiatan diawali dengan lagu Mars Kampus STIKes Persada Nabire dan tarian khas Papua Yospan sebelum sidang senat resmi dibuka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dr. Suriel Semuel Mofu, S.Pd., M.Ed. TEFL., M.Phil (Oxon), Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah dr. Agus, M.Kes., CH.Med., CHt mewakili Gubernur Papua Tengah, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Nabire.

Ketua STIKes Persada Nabire, Nur Indah Fitriana Ibrahim mengatakan, sebanyak 23 wisudawan resmi dilantik dan berhak menyandang gelar Sarjana Gizi (S.Gz).

“Kepada para wisudawan dan wisudawati kami mengucapkan selamat atas perjuangan dan kerja keras yang telah dilalui hingga berhasil menyelesaikan pendidikan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan para mahasiswa.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan studi bukan hanya soal siapa yang paling pintar atau paling cepat, tetapi tentang ketekunan dan semangat untuk bertahan hingga akhir.

“Berkaryalah dan melayanilah dengan ilmu dan hati yang tulus, karena gelar di belakang nama tidak akan berarti tanpa kepedulian kepada sesama,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan STIKes Persada Nabire, Adhi Hilardi mengatakan, wisuda bukan sekadar seremoni penerimaan ijazah, melainkan awal lahirnya tenaga kesehatan yang siap mengabdi bagi masyarakat Papua Tengah.

“Hari ini kita tidak hanya merayakan keberhasilan individu, tetapi juga harapan besar bagi masa depan kesehatan di Papua Tengah,” ujarnya.

Ia menilai, pembangunan kesehatan di Papua Tengah masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan gizi, stunting, pelayanan kesehatan hingga kesehatan lingkungan.

Karena itu, keberadaan STIKes Persada Nabire melalui program studi S1 Gizi, S1 Administrasi Kesehatan dan S1 Kesehatan Lingkungan diharapkan mampu menjawab kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di Papua Tengah.

“Ketiga program studi ini saling melengkapi. Gizi yang baik, tata kelola kesehatan yang baik, dan lingkungan yang sehat adalah satu kesatuan penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat,” katanya.

Ia berpesan kepada para lulusan agar terus belajar dan menjadi tenaga kesehatan yang bekerja dengan ilmu, integritas serta semangat pelayanan kepada masyarakat.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi