SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika menegaskan harga resmi LPG ukuran 12 kilogram di tingkat outlet ditetapkan sebesar Rp390 ribu per tabung. Pengawasan ketat terus dilakukan guna mencegah permainan harga maupun penimbunan gas di tengah masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani saat melakukan pengawasan sejumlah outlet gas di Kabupaten Mimika, Jumat (8/5/2026).

Menurut Sabelina, harga jual LPG 12 kilogram di tingkat agen telah ditetapkan sebesar Rp375 ribu per tabung, sedangkan harga untuk outlet sebesar Rp390 ribu. Namun, saat pengawasan di lapangan ditemukan sejumlah outlet menjual gas dengan harga mencapai Rp420 ribu per tabung.

“Setelah kita lakukan pengawasan kenyataannya di lapangan outlet menjual tabung 12 kg dengan harga Rp420 ribu. Dan saat kami tanyakan ke outlet mereka tidak mendapatkan informasi terkait harga jual yang ditetapkan Pemkab Mimika,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini surat edaran terkait penetapan harga hanya disampaikan kepada agen LPG. Karena itu, pihaknya meminta agar agen turut menyosialisasikan harga resmi tersebut kepada seluruh outlet.

“Outlet ini kan ada sekitar 60 sampai 70 outlet, jadi dalam pengawasan tadi kita lakukan pembinaan dan imbauan kepada outlet bahwa ada harga jual yang telah ditetapkan. Kita harap juga penjual ini tidak mengambil untung yang terlalu tinggi di situasi saat ini,” jelasnya.

Terkait ketersediaan gas, Sabelina memastikan stok LPG di Timika masih aman. Saat ini tersedia sekitar 3.000 tabung yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua minggu ke depan.

“Kami selalu melakukan koordinasi dengan Pertamina, untuk stok sebenarnya aman, namun memang kami terkendala transportasi kapal yang kadang menghambat. Kami selalu mengupayakan agar gas di Timika dapat tersedia,” ungkapnya.

Selain itu, Disperindag juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penimbunan gas di rumah karena dapat memicu kelangkaan di tingkat outlet.

“Kalau kita lihat di outlet itu masih ada stok gas, jadi kami harap masyarakat juga tidak menimbun gas di rumah, jangan karena langkah beli banyak-banyak sehingga yang lain tidak kebagian,” imbau Sabelina.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi