Lakukan Rapat Koordinasi, KPU Mimika Dapat Kendala Terkait Data Kependudukan Di Distrik Kuala Kencana

Lakukan Rapat Koordinasi, KPU Mimika Dapat Kendala Terkait Data Kependudukan Di Distrik Kuala Kencana Foto bersama usai rapat koordinasi KPU Mimika bersama Distrik Kuala Kencana, Jumat (22/5/2026)(Dokumen KPU Mimika)

SALAM PAPUA (TIMIKA) Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mimika menghadapi sejumlah kendala terkait data kependudukan di Distrik Kuala Kencana, terutama menyangkut sinkronisasi data RT, domisili warga perumahan baru, hingga koordinasi lintas instansi.

Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Kadiv Rendatin) KPU Mimika, Budiono mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu telah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah Distrik Kuala Kencana untuk membahas berbagai kendala saat pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan 2024.

Dalam pertemuan tersebut, ditemukan banyak warga Kampung Mimika Gunung dan Pioka Kencana yang belum memperbarui administrasi kependudukannya. Kondisi itu dinilai berpotensi memengaruhi validitas Daftar Pemilih Tetap (DPT) menjelang Pilkada 2029.

Saat rapat itu memang ada beberapa hal yang dibicarakan termasuk kendala saat Pemilu 2024 lalu. Yang paling utama itu permasalahan data kependudukan. Ada warga yang data penduduknya masih berada di Kuala Kencana, padahal secara de facto mereka sudah berdomisili di Kampung Pioka, ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Menurut Budiono, persoalan administrasi kependudukan tersebut sempat memengaruhi situasi pelaksanaan pemilu sebelumnya. Beberapa warga yang secara de facto tinggal di sekitar Mile 32, secara de jure masih tercatat beralamat di Distrik Tembagapura.

Ada juga banyak penduduk di Perumahan Pondok Amor yang belum pindah administrasi kependudukannya, sehingga masih terdaftar di alamat lama, jelasnya.

Karena itu, KPU Mimika akan terus berkoordinasi dengan pihak distrik untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi riil di lapangan.

Dari Kepala Distrik Kuala Kencana akan mengagendakan pertemuan KPU bersama kepala kelurahan setempat untuk membahas dan mencari solusi terkait persoalan-persoalan sebagaimana yang disampaikan, tutup Budiono.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi