SALAM PAPUA (TIMIKA)– Hantavirus atau Orthohantavirus merupakan
virus yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus
ini dikenal berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru
dan ginjal manusia.
Virus Hanta pertama kali ditemukan saat wabah penyakit
terjadi di sekitar Sungai Hantan, Korea Selatan, pada masa Perang Korea. Nama
virus tersebut kemudian diambil dari lokasi pertama wabah ditemukan.
Hantavirus umumnya menyebar melalui urine, air liur, dan
kotoran tikus yang terinfeksi. Manusia dapat tertular ketika menghirup partikel
udara yang tercemar kotoran hewan pengerat, terutama di ruangan tertutup atau
area yang jarang dibersihkan.
Selain melalui udara, penularan juga dapat terjadi akibat
kontak langsung dengan tikus, sarang tikus, maupun benda-benda yang telah
terkontaminasi virus.
Secara medis, hantavirus dibagi menjadi dua kelompok utama,
yakni hantavirus Dunia Lama yang banyak ditemukan di Asia dan Eropa, serta
hantavirus Dunia Baru yang banyak ditemukan di benua Amerika.
Hantavirus Dunia Lama umumnya menyebabkan demam berdarah
dengan sindrom ginjal atau hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS),
sedangkan hantavirus Dunia Baru dapat memicu sindrom paru hantavirus atau
hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang memiliki tingkat kematian cukup
tinggi.
Gejala awal infeksi biasanya meliputi demam, sakit kepala,
nyeri otot, mual, muntah, dan sesak napas. Pada kondisi berat, pasien dapat
mengalami gagal ginjal, gangguan pernapasan akut, penumpukan cairan di
paru-paru, hingga syok yang berujung kematian.
Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjaga
kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus guna mencegah penyebaran
virus tersebut.
Saat membersihkan area yang berpotensi terdapat kotoran
tikus, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan sarung tangan serta
menyemprotkan cairan disinfektan terlebih dahulu agar partikel virus tidak
beterbangan di udara.
Hingga kini belum ditemukan pengobatan khusus untuk infeksi
hantavirus. Penanganan medis dilakukan melalui perawatan intensif guna membantu
fungsi paru-paru dan ginjal pasien yang terinfeksi. (Sumber: Wikipedia
Indonesia)
Editor: Sianturi

