SALAM PAPUA (TIMIKA) - Upaya pengembangan ekonomi masyarakat suku Kamoro yang dilakukan Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) tembus hingga ke perbatasan Kabupaten Mimika dan Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat.

Komitmen ini dibuktikan dengan penyaluran anggaran pembangunan dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) dari wilayah pesisir Mimika hingga ke perbatasan dengan Kabupaten Kaimana.

Salah satu kampung yang mendapatkan anggaran Rp 300 juta dari YPMAK selaku yayasan pengelola dana kemitraan PTFI adalah kampung Omba Nariki. Tahun 2025 lalu. Pokja di kampung ini menggunakan anggaran tersebut untuk melakukan pengerukan dua alur untuk memperlancar aktivitas perekonomian bagi seluruh masyarakat.

"Tahun 2025 lalu kami gunakan anggaran untuk pembersihan kali Urama dan kali Acara. Dua sungai itu sebagai jalan raya untuk memperlancar aktivitas masyarakat," pungkas Ketua Pokja Kampung Umbanariki Kaimana, Piter Omapoka usai pertemuan bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Divisi  Sosial Ekonomi YPMAK, di balai kampung Omba Nariki, Minggu (3/5/2026).

Bukan hanya pengerukan kali, dana YPMAK juga digunakan untuk membangun pagar berkonstruksi kayu besi, di tengah kampung sepanjang 150 meter.

"Pembangunan pagar menggunakan kayu besi dan dicat," ujarnya.

Dalam momen ini, Piter juga mengucapkan terima kasih atas komitmen dari manajemen YPMAK, yang telah memperhatikan masyarakat suku Kamoro di wilayah perbatasan.

"Kalaupun secara administrasi negara kami sebagai warga Kaimana, tapi secara wilayah adat kami tetap suku Kamoro. Kami sangat bersyukur adanya YPMAK," ujarnya.

Sementara itu,Sekretaris Pokja Kampung Omba Nariki terpilih untuk periode April-Desember 2026, Sakeus Wau menyampaikan bahwa penyaluran dana dari YPMAK untuk tahun 2026 akan dipergunakan untuk pembukaan lahan perkebunan.

Lahan yang ada akan ditanami kelapa, sayur dan pangan lainnya yang bisa menopang perekonomian masyarakat.

"Kami siap buka lahan perkebunan, supaya masyarakat kami juga bisa berkebun untuk mendorong perekonomian," katanya.

Pantauan salampapua.com, dalam pertemuan ini selain mengevaluasi pekerjaan tahun anggaran 2025, juga dilakukan pemilihan kepengurusan Pokja untuk periode April hingga Desember,serta penandatanganan  PKS bersama pengurus baru dan bersama YPMAK, yang diwakili Staf Perencanaan Program Sosial Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang.

"Untuk pengurus Pokja, kami di sini pakai sistem rolling. Jadi yang diganti itu bukan karena tidak bekerja, tapi karena kesepakatan bersama, maka harus diganti oleh warga lain, supaya semua bisa bekerja," katanya.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy