Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Bayi Baru Lahir Di 33 Fasilitas Kesehatan

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Bayi Baru Lahir Di 33 Fasilitas Kesehatan Foto bersama usai pembukaan pertemuan evaluasi yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Rabu (10/6/2026)(Salampapua.com/Evita)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pertemuan evaluasi pelayanan bayi baru lahir (BBL) di 33 fasilitas kesehatan (faskes), termasuk 26 puskesmas yang tersebar di wilayah Mimika. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Rabu (10/6/2026).

Evaluasi dilakukan sebagai upaya memastikan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 4 Tahun 2019. Dalam regulasi tersebut, pelayanan bayi baru lahir menjadi salah satu dari 12 indikator mutu layanan kesehatan yang wajib dipenuhi.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Mimika, Nelly Pangaribuan, mengatakan evaluasi difokuskan pada pelaksanaan Kunjungan Neonatal (KN) 1, KN2, dan KN3 yang merupakan rangkaian layanan esensial hingga lanjutan bagi bayi baru lahir.

Selain itu, evaluasi juga mencakup pelaksanaan skrining bayi baru lahir, khususnya skrining Penyakit Jantung Bawaan (PJB) dan Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).

“Kami juga fokus mengevaluasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG), karena skrining bayi baru lahir merupakan bagian dari kelompok siklus hidup sesuai arahan Presiden. Selain itu, penggunaan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) juga menjadi perhatian karena menjadi indikator capaian program CKG yang datanya bersumber dari Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga,” ujar Nelly.

Menurutnya, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah belum konsistennya seluruh fasilitas kesehatan dalam melakukan penginputan data ke aplikasi ASIK. Padahal, data yang masuk menjadi dasar pemantauan dan evaluasi capaian pelayanan kesehatan bayi baru lahir.

Meski demikian, Dinkes Mimika memberikan apresiasi kepada sejumlah puskesmas di wilayah pesisir yang telah menunjukkan komitmen dalam pelaksanaan skrining bayi baru lahir.

“Puskesmas Atuka dan Wakia sudah mengirimkan sampel skrining. Sampel darah tersebut telah diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Jakarta dan dari lima sampel yang dikirim terdapat tiga hasil positif,” jelasnya.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Dinkes Mimika berharap seluruh bayi baru lahir yang dilayani di 26 puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Nelly juga mendorong tenaga kesehatan untuk memanfaatkan forum evaluasi sebagai sarana berdiskusi dan mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi, khususnya dalam penginputan data dan penggunaan aplikasi digital kesehatan.

“Kami berharap seluruh bayi baru lahir di Mimika mendapatkan hak layanan kesehatan sesuai standar. Karena itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, mengatasi kendala penginputan data, serta meningkatkan adaptasi tenaga kesehatan terhadap penggunaan aplikasi digital,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi