SALAM PAPUA (KENYAM) – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, terus memperkuat pendampingan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan keluarga berisiko stunting sebagai upaya menekan angka stunting di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala DP3AKB Kabupaten Nduga, Rode Nirigi, SKM, usai menghadiri peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kenyam, Rabu (3/6/2026).

Menurut Rode, berbagai upaya pendampingan telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun ini, cakupan pendampingan bahkan ditingkatkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya seiring meningkatnya jumlah keluarga yang berisiko stunting.

“Ada banyak upaya yang telah kami lakukan untuk mendampingi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Nduga. Program pendampingan ini sudah berjalan selama beberapa tahun, dan tahun ini cakupannya lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Rode menjelaskan, saat ini terdapat 90 anak balita dan delapan ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi dan menjadi sasaran utama pendampingan. Namun, keterbatasan sumber daya membuat dinas tidak dapat menjangkau seluruh sasaran secara maksimal tanpa dukungan berbagai pihak.

“Karena itu, melalui kegiatan hari ini kami membangun komitmen bersama Bupati, Kapolres, Dandim, seluruh OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan pemuda untuk bersama-sama menangani dan menekan angka stunting di Kabupaten Nduga,” katanya.

Ia menambahkan, Bupati Nduga telah mencanangkan dan meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting.

Melalui gerakan tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai pemangku kepentingan lainnya akan berperan sebagai orang tua asuh yang mendampingi keluarga sasaran secara langsung.

“Dalam komitmen ini, seluruh Forkopimda yang telah menjadi orang tua asuh akan melakukan pendampingan kepada keluarga yang berisiko stunting di Kabupaten Nduga,” jelasnya.

Rode berharap, melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, kualitas hidup masyarakat Nduga dapat terus meningkat, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun kesejahteraan keluarga.

“Tujuan terbesar kami adalah mewujudkan masyarakat Nduga yang sehat dan berkembang seperti daerah-daerah lain, dengan rumah yang layak, akses air bersih, lingkungan yang sehat, sehingga dapat melahirkan generasi dan anak-anak yang berkualitas di masa depan,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Sianturi