Tekan Risiko Temuan, Inspektorat Mimika Dorong Penggunaan Aplikasi ISMAN

Tekan Risiko Temuan, Inspektorat Mimika Dorong Penggunaan Aplikasi ISMAN Foto bersama usai penutupan sosialisasi manajemen resiko strategis serta resiko operasional dan eksistensi elektivitas pengendalian korupsi, yang dilakukan oleh Inspektorat Mimika, di Aula Kantor Bapenda Rabu (10/6/2026)(Salampapua.com/Evita)

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Inspektorat Kabupaten Mimika mendorong penggunaan aplikasi Integrated Supervision and Management (ISMAN) sebagai upaya menekan risiko temuan audit. Melalui sistem digital tersebut, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan menginput progres tindak lanjut rekomendasi sehingga dapat dipantau secara real time oleh Inspektorat.

Hal itu disampaikan dalam penutupan sosialisasi manajemen risiko strategis, risiko operasional, serta efektivitas pengendalian korupsi yang digelar Inspektorat Mimika di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Rabu (10/6/2026).

Tim IPP Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Muhammad Iqbal Ghazali, mengatakan Inspektorat Mimika bersama BPKP mendorong penerapan aplikasi ISMAN sebagai bentuk komitmen pengendalian risiko di lingkungan OPD.

Menurutnya, kegiatan selama tiga hari terakhir difokuskan pada penguatan manajemen risiko agar pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah tidak menimbulkan pelanggaran hukum akibat ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

“Tidak ada peraturan baru yang kami tekankan. Namun, Peraturan Bupati yang sudah ada dapat dituangkan dalam aplikasi ISMAN sehingga menjadi pedoman bagi OPD untuk menjalankan program dan kegiatan secara berintegritas,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan, antusiasme peserta dalam sosialisasi cukup tinggi. Namun, implementasi manajemen risiko masih banyak berangkat dari sudut pandang perencanaan. Karena itu, kepala OPD bersama para kepala bidang perlu mendiskusikan kembali kondisi riil di lapangan agar penerapan sistem sesuai dengan kebutuhan masing-masing unit kerja.

“Melalui aplikasi ISMAN, Mimika menegaskan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) berbasis digitalisasi, transparansi, dan pengendalian risiko temuan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Kabupaten Mimika, Dwi Cholifah, mengatakan aplikasi ISMAN berfungsi sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi pelanggaran sejak tahap perencanaan program.

Ia mengungkapkan, dari total 73 OPD, termasuk BLUD puskesmas dan distrik, hanya lima unit yang belum melakukan input data karena terkendala aspek teknis dan kesiapan operator. Aplikasi tersebut menggantikan sistem lama yang masih menggunakan lembar kerja Excel, sehingga seluruh OPD kini diarahkan melakukan input langsung melalui sistem digital.

“ISMAN merupakan inovasi baru di Papua Tengah dan pertama kali digunakan di Mimika. Mulai tahun 2027, aplikasi ini akan diintegrasikan penuh ke dalam Renja OPD dan APBD, sehingga pengendalian risiko menjadi bagian dari budaya kerja,” ujarnya.

Dwi menekankan pentingnya komitmen pimpinan OPD serta koordinasi dengan kepala bidang agar penggunaan aplikasi tidak hanya menjadi tanggung jawab kasubag program, melainkan benar-benar menjadi instrumen pengawasan dan akuntabilitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi