48 Tim Ramaikan Turnamen Standing Fight & Muaythai Se-Tanah Papua 2026 Di Mimika Suasana Turnamen Standing Fight & Muaythai se‑Tanah Papua 2026 yang resmi dibuka di Hall Lantai 2 Diana Mall, Senin (13/7/2026)(Salampapua.com/Evita)

48 Tim Ramaikan Turnamen Standing Fight & Muaythai Se-Tanah Papua 2026 Di Mimika

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sebanyak 48 tim dari berbagai daerah di Tanah Papua ambil bagian dalam Turnamen Standing Fight & Muaythai se-Tanah Papua 2026 yang resmi dibuka di Hall Lantai 2 Diana Mall, Timika, Senin (13/7/2026).

Kejuaraan yang berlangsung hingga 14 Juli 2026 itu menjadi ajang perdana yang menggabungkan dua cabang olahraga bela diri, yakni Standing Fight dan Muaythai, dalam satu kompetisi.

Ketua Panitia, Kapten Laut Samsul Hadi, mengatakan turnamen tersebut digelar sebagai wadah bagi para atlet bela diri yang selama ini berlatih secara mandiri namun minim kesempatan mengikuti kompetisi resmi.

"Kejuaraan mempertandingkan dua kategori, yakni Standing Fight Open Tournament se-Tanah Papua dan Kejuaraan Muaythai. Pada kategori Standing Fight, peserta berasal dari berbagai disiplin olahraga bela diri seperti pencak silat, karate, taekwondo, tinju, kickboxing, wushu, tarung derajat, kempo hingga muaythai," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 48 tim dari berbagai daerah di Tanah Papua ikut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Selain menjadi tontonan menarik bagi masyarakat, turnamen ini juga diharapkan menjadi sarana pembinaan atlet muda agar mampu bersaing pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.

Mewakili Bupati Mimika, Kepala Bidang Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika, Rocky O. Pattinama, mengatakan pemerintah daerah terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor olahraga karena dinilai mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah.

"Harapannya dengan pertandingan ini akan lahir atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional," katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Mimika, Antonius Kemong, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi langkah strategis dalam menjaring atlet-atlet bela diri berbakat yang nantinya dapat diproyeksikan memperkuat kontingen Papua Tengah pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding, mampu mengendalikan emosi, serta tetap menjaga persaudaraan antaratlet.

"Kami harap turnamen ini menjadi tonggak penting perkembangan olahraga bela diri di Papua, sekaligus membuka peluang lahirnya petarung-petarung muda berbakat yang mampu menembus panggung nasional hingga internasional," pungkas Antonius.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi