SALAM PAPUA (TIMIKA)- Alergi udang bisa menimbulkan berbagai reaksi, mulai dari gatal ringan hingga sesak napas yang berbahaya. Tidak sedikit orang Indonesia yang mengalami alergi ini, sehingga penting untuk mengenali gejala, penyebab, dan cara mengatasinya agar risiko komplikasi bisa diminimalkan.
Alergi udang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menganggap protein dalam udang sebagai ancaman dan membentuk reaksi perlindungan yang berlebihan. Kondisi ini bisa dipicu hanya dengan sedikit konsumsi udang, bahkan dalam bentuk olahan.
Sayangnya, masih banyak yang mengira gejala alergi udang sama dengan keracunan makanan biasa. Padahal, keduanya sangat berbeda dan membutuhkan penanganan yang tidak sama.
Gejala Alergi Udang yang Perlu Diwaspadai
Saat seseorang mengalami alergi udang, tubuh akan memunculkan berbagai gejala. Berikut beberapa gejala alergi udang yang paling sering terjadi:
1. Ruam merah dan gatal di kulit
Ruam di kulit bisa muncul secara tiba-tiba setelah makan udang atau makanan berbahan dasar udang. Ruam ini sering kali terasa panas dan disertai rasa gatal yang intens, sehingga membuat penderita ingin terus menggaruk area yang terkena.
Lokasi ruam paling sering terdapat di wajah, leher, telinga, tangan, atau bagian tubuh lain yang sensitif. Pada beberapa kasus, ruam juga bisa berubah menjadi bentol-bentol (biduran) yang menyebar.
2. Bengkak pada wajah, bibir, atau mata
Reaksi alergi udang juga dapat menyebabkan bengkak (angioedema), terutama di area wajah, seperti kelopak mata, bibir, pipi, bahkan lidah dan tenggorokan. Bengkak ini biasanya muncul dalam waktu beberapa menit hingga satu jam setelah makan udang atau produk olahannya.
Bengkak bisa membuat bagian tubuh yang terkena terasa kaku, bahkan sampai membuat penderitanya sulit bicara atau menelan jika terjadi di sekitar mulut atau tenggorokan.
3. Gangguan pencernaan
Sistem pencernaan bisa langsung bereaksi terhadap paparan protein udang yang memicu alergi. Beberapa orang mengalami mual, muntah, kram perut, atau bahkan diare dalam waktu singkat setelah mengonsumsi udang.
Gejala ini kerap dikira sebagai keracunan makanan, padahal sebenarnya disebabkan oleh reaksi alergi. Jika dibiarkan, gejala ini dapat menyebabkan dehidrasi, terutama pada anak-anak dan lansia.
4. Sesak napas
Gejala ini termasuk tanda reaksi alergi berat atau anafilaksis yang harus diwaspadai. Seseorang bisa merasakan dada seperti tertekan, napas menjadi pendek atau terasa berat, hingga muncul suara mengi.
Batuk-batuk mendadak atau suara serak juga dapat terjadi. Jika ruang napas menyempit akibat pembengkakan tenggorokan, penderita bisa mengalami kesulitan bernapas dan membutuhkan pertolongan darurat.
5. Pusing atau ingin pingsan
Pada kasus alergi udang berat, tubuh dapat mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Akibatnya, penderita merasa sangat lemas, pusing, kepala terasa ringan, bahkan kehilangan kesadaran atau pingsan.
Ini merupakan pertanda bahwa reaksi alergi sudah sangat parah dan harus segera ditangani di IGD rumah sakit untuk mencegah terjadinya komplikasi yang membahayakan.
Penyebab Alergi Udang
Alergi udang umumnya dipicu oleh reaksi sistem imun terhadap protein tertentu dalam udang, seperti tropomiosin. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami alergi udang, di antaranya:
1. Riwayat keluarga dengan alergi makanan
Jika ada anggota langsung, seperti orang tua atau saudara kandung, yang memiliki alergi makanan apa pun, termasuk alergi udang, risiko Anda untuk mengalami alergi serupa menjadi lebih tinggi.
Hal ini karena kecenderungan alergi bisa diturunkan secara genetik. Anak yang lahir dari orang tua dengan riwayat alergi makanan memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki alergi makanan juga, walaupun jenis alerginya kadang bisa berbeda.
2. Riwayat alergi jenis makanan laut lain
Seseorang yang sudah pernah mengalami alergi terhadap makanan laut lain, seperti kerang, kepiting, cumi, atau lobster, lebih rentan mengalami alergi udang.
Ini karena beberapa protein penyebab alergi pada makanan laut tersebut mirip satu sama lain, sehingga tubuh bisa “salah mengenali” protein dari udang sebagai ancaman yang sama. Reaksi silang seperti ini sering ditemukan pada orang yang sensitif terhadap lebih dari satu jenis seafood.
3. Menderita eksim atau asma
Orang yang memiliki riwayat eksim atau penyakit asma biasanya lebih mudah mengalami reaksi alergi, termasuk alergi makanan seperti udang. Sistem imun mereka cenderung lebih aktif dan sensitif terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga risiko munculnya gejala alergi menjadi lebih besar.
Selain itu, penderita asma yang mengalami alergi udang juga harus lebih waspada karena gejala alergi bisa memperparah asma.
4. Paparan udang sejak kecil
Meski banyak kasus alergi udang muncul sejak anak-anak, ada juga orang yang baru menunjukkan alergi terhadap udang di usia dewasa. Hal ini biasanya terjadi karena paparan udang yang berulang, misalnya, sering makan udang sejak kecil, sehingga sistem imun tubuh lama-kelamaan mengembangkan reaksi alergi.
5. Paparan protein udang dalam bentuk olahan atau lingkungan
Tidak hanya dari makanan, reaksi alergi udang juga bisa terjadi karena terpapar uap masakan yang mengandung udang, debu udang, atau peralatan dapur yang terkena sisa udang.
Pada beberapa orang yang sangat sensitif, hanya menghirup uap saat memasak udang di dapur bisa memicu gejala alergi, seperti gatal pada kulit atau gangguan pernapasan.
Tips Mencegah Munculnya Reaksi Alergi Udang
Mencegah reaksi alergi udang sangat penting, terutama bagi yang sudah pernah mengalami gejala sebelumnya. Berikut beberapa cara mencegahnya:
Selalu cek label bahan makanan agar tidak salah konsumsi udang atau makanan laut lain yang sejenis. Pastikan makanan yang dipesan di restoran tidak mengandung udang atau terkontaminasi sisa udang dari alat masak.
Biasakan membawa obat antihistamin atau obat alergi yang telah diresepkan oleh dokter. Jika timbul sesak napas, bengkak di lidah dan wajah, atau pingsan, segera ke IGD rumah sakit terdekat.
Alergi udang bisa dialami siapa saja tanpa memandang usia, dan reaksinya bisa ringan hingga berbahaya. Jika Anda sudah pernah mengalami reaksi alergi setelah makan udang, sebaiknya selalu waspada dan hindari paparan udang maupun produk turunannya. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi