Hingga Juli 2026 Tercatat 83 Ribu Kasus Positif Malaria Di Mimika, Tertinggi Di Wania Penanggung Jawab UPTD Malaria Center Mimika, Imelda Ohoiledjaan (salampapua.com/Evita)

Hingga Juli 2026 Tercatat 83 Ribu Kasus Positif Malaria Di Mimika, Tertinggi Di Wania

SALAM PAPUA (TIMIKA) - Penanggung Jawab UPTD Malaria Center Mimika pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Imelda Ohoiledjaan mengatakan, pada periode Januari-Juli 2026 ditemukan 83.242 kasus positif malaria dari total 653.152 pemeriksaan dengan positivity rate 12,74 persen.

Menurut Imelda, laporan ini untuk keseluruhan Kabupaten Mimika yang melibatkan 26 Puskesmas, 7 rumah sakit, dokter praktik mandiri, dan apotek. Namun laporan ini masih akan bertambah karena tim lapangan masih terus melakukan pemeriksaan.

“Untuk total keseluruhan se-Kabupaten Mimika, jumlah positif malaria dari Januari hingga Juli 2026 sebanyak 83.242 kasus,” ujarnya kepada salampapua.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, dari 83.242 kasus ini, tercatat sebanyak Plasmodium Vivax atau malaria tersiana yakni 42,53 persen, dan Plasmodium falciparum atau tropika yakni 41,5 persen. Sedangkan untuk usia terbanyak di umur 15 hingga 64 tahun dengan di dominasi jenis kelamin laki-laki.

“Kalau kita bicara kasus tertinggi ada pada wilayah Puskesmas Wania, kami mencatat kasus positif terbanyak yakni 8.154 kasus. Sedangkan kendala kita di lapangan, banyak warga enggan diperiksa karena merasa sehat, padahal ditemukan banyak kasus positif tanpa gejala,” jelas Imelda.

Dia menambahkan, masa inkubasi itu 12 hingga 14 hari membuat gejala muncul terlambat, sehingga risiko penularan meningkat. Maka itu dirinya mengimbau masyarakat untuk lebih peduli kesehatan dan lingkungan sekitar.

“Bukan hanya itu, pasien ini juga kita imbau apabila saat malaria kemudian minum obat namun muntah kurang dari 30 menit setelah minum, maka pasien wajib melaporkan ke petugas kesehatan untuk obat pengganti,” pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Jimmy