Enam SPPG Di Mimika Masih Dihentikan Sementara, Satgas MBG Siapkan Monitoring Menyeluruh Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong (kiri) pada rapat koordinasi di Ruang Rapat Pusat Pemerintahan (Puspem) Jalan Poros SP3, Rabu (15/7/2026)(Salampapua.com/Evita)

Enam SPPG Di Mimika Masih Dihentikan Sementara, Satgas MBG Siapkan Monitoring Menyeluruh

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sebanyak enam unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika hingga kini masih berstatus suspend atau penghentian sementara. Untuk memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar sebelum kembali beroperasi, Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mimika akan melakukan monitoring secara menyeluruh.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan monitoring akan mencakup seluruh SPPG, termasuk enam dapur yang saat ini masih di-suspend.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Satgas Pelaksanaan MBG Kabupaten Mimika Tahun 2026 bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi vertikal lainnya di Ruang Rapat Pusat Pemerintahan (Puspem) Jalan Poros SP3, Rabu (15/7/2026).

"Kita sepakati monitoring SPPG akan dilaksanakan, termasuk SPPG yang masih di-suspend juga akan kita pantau," ujarnya.

Kemong menjelaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis dan persyaratan kesehatan telah dipenuhi sebelum dapur kembali melayani penerima manfaat Program MBG.

Pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi sanitasi lingkungan, kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga audit kesiapan dapur guna menjamin proses pengolahan dan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai standar.

"Dalam monitoring ini kita akan melibatkan OPD terkait. Misalnya jika ada SPPG yang bermasalah pada aspek kesehatan lingkungan, maka akan kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan," jelasnya.

Ia menegaskan, hasil monitoring tidak berhenti pada proses pemeriksaan semata, tetapi akan dilanjutkan dengan evaluasi terhadap setiap temuan agar dapat segera dilakukan perbaikan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai prosedur dan memenuhi standar yang ditetapkan.

"Setelah monitoring kita lakukan evaluasi. Apa yang perlu diperbaiki akan segera ditindaklanjuti agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai prosedur," tegas Kemong.

Sementara itu, Pendamping Kepala Regional BGN Papua Tengah, Suherman Bondar, mengungkapkan bahwa dari total 20 SPPG yang ada di Kabupaten Mimika, sebanyak enam unit masih berstatus suspend.

Ia menjelaskan, enam dapur tersebut terbagi ke dalam dua kategori. Tiga SPPG masih dalam proses penyelesaian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sekaligus menunggu pengajuan pembukaan kembali kepada pemerintah pusat.

Sedangkan tiga SPPG lainnya masih terkendala persyaratan administrasi dan harus melengkapi dokumen sebelum pemerintah pusat menerbitkan surat pencabutan status suspend.

"Untuk SPPG yang masih di-suspend kami menunggu arahan dari pusat. Memang batas waktunya sudah habis, namun kami menargetkan seluruh dapur dapat kembali beroperasi sehingga sekolah penerima manfaat kembali aktif dan para siswa dapat memperoleh makanan bergizi," katanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika bersama BGN Papua Tengah berharap seluruh SPPG yang masih disuspend dapat segera memenuhi seluruh persyaratan teknis maupun administrasi sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi