SALAM PAPUA (MERAUKE) – Sebuah peristiwa yang disebut sebagai hasil pendekatan persuasif terjadi di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini, Minggu (12/7/2026). Koops TNI Habema menyatakan seorang anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Papua Selatan menyerahkan satu pucuk senjata rakitan laras panjang dan satu lembar bendera Bintang Kejora di Pos TNI perbatasan.
Dalam keterangan resmi Koops TNI Habema, anggota TPNPB-OPM tersebut bernama Yujin Butiop, yang disebut berasal dari kelompok pimpinan Marius Murib dan saat ini menetap di Kampung Kuem, wilayah Papua Nugini.
Koops TNI Habema menyebut penyerahan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan pendekatan persuasif yang telah dibangun personel TNI di Pos Perbatasan. Menurut TNI, proses berlangsung dalam suasana aman dan kondusif dengan mengedepankan dialog serta penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Setibanya di pos, Yujin disebut disambut secara baik oleh personel Satgas. TNI menyatakan suasana yang hangat dan terbuka menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan sehingga seluruh proses berjalan tertib dan damai.
Dalam rilis tersebut dijelaskan, Yujin merupakan seorang ayah dengan empat anak yang menginginkan masa depan lebih baik bagi keluarganya. Salah satu harapannya adalah agar anak keduanya dapat melanjutkan pendidikan dengan fasilitas yang lebih memadai.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, personel Koops TNI Habema juga memberikan bantuan berupa beras, mi instan, perlengkapan sekolah untuk anak-anak, serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan keluarga sekaligus menjadi wujud kehadiran negara bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan pendekatan yang mengedepankan dialog dan kemanusiaan akan terus dilakukan dalam pembinaan masyarakat di wilayah penugasan.
"Kami berharap langkah seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi saudara-saudara kita yang masih berada di luar untuk kembali menatap masa depan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. TNI akan terus hadir melalui dialog, pembinaan teritorial, dan berbagai upaya membantu masyarakat mengatasi kesulitan yang dihadapi. Kami meyakini bahwa perdamaian yang dibangun melalui kepercayaan dan kepedulian akan melahirkan harapan bagi generasi yang akan datang," ujar Wirya.
Koops TNI Habema menilai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa pendekatan berbasis dialog, empati, dan kepedulian sosial dapat menjadi salah satu upaya membangun kepercayaan masyarakat di kawasan perbatasan. Selain menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, TNI juga menyatakan terus berupaya mendampingi masyarakat melalui berbagai program pembinaan teritorial dan bantuan sosial. (Sumber: Koops TNI Habema)
Editor: Sianturi