SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau, menyoroti dampak penutupan sementara layanan penjualan BBM bersubsidi di SPBU SP2 Timika yang dinilai berpotensi memicu antrean panjang kendaraan di SPBU lain.
Menurut Primus, penghentian layanan Pertalite selama 14 hari di SPBU SP2 akan memberikan dampak langsung terhadap distribusi bahan bakar di Kabupaten Mimika, mengingat SPBU tersebut menjadi satu-satunya stasiun pengisian bahan bakar di kawasan SP2.
"Penutupan SPBU SP2 itu jelas akan menimbulkan antrean kendaraan di beberapa titik SPBU lainnya, mengingat SPBU SP2 merupakan satu-satunya SPBU di wilayah SP2. Kondisi ini juga berpotensi membuat kelangkaan BBM semakin terasa di sejumlah SPBU lain," ujarnya saat ditemui, Kamis (9/7/2026).
Ia mengatakan, kebutuhan BBM di Kabupaten Mimika cukup tinggi karena tidak hanya melayani kendaraan di wilayah perkotaan, tetapi juga masyarakat di kawasan pesisir dan pegunungan.
Karena itu, menurut Primus, terganggunya operasional satu SPBU dapat berdampak terhadap distribusi BBM secara keseluruhan dan menambah beban masyarakat yang bergantung pada pasokan bahan bakar setiap hari.
Ketua DPRK Mimika berharap pengelola SPBU bersama pihak terkait dapat segera menyelesaikan persoalan yang menyebabkan penghentian layanan tersebut sehingga operasional dapat kembali berjalan normal.
Ia juga meminta pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi diperketat agar pelanggaran serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
"Ini jelas berpotensi merugikan masyarakat, apalagi masa penutupannya sampai 14 hari. Seharusnya ada pengawasan yang lebih ketat agar kejadian seperti ini tidak terulang. Saya berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan karena kondisi ini justru memperburuk situasi distribusi BBM di Mimika," pungkas Primus.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga memberikan sanksi penghentian sementara layanan penjualan BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU SP2 selama 14 hari sebagai bentuk pembinaan atas dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi