SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mengoptimalkan pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang dijalankan tahun ini adalah penyaluran bantuan Family Farming (pertanian keluarga) dan pembangunan sumur bor bagi kelompok tani sagu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Gat Tebay, mengatakan program tersebut menyasar 10 kampung dengan masing-masing delapan kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat. Bantuan yang diberikan berupa bibit sayur-sayuran, tanah humus atau pupuk organik, serta benih ikan lele.
Menurut Gat, program Family Farming dirancang untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menambah pendapatan.
"Program ini merupakan bagian dari Family Farming (pertanian keluarga), bertujuan merangsang kreativitas masyarakat dalam mengelola lahan pertanian secara mandiri oleh anggota keluarga. Selain itu, ini juga menjadi upaya konkret dalam penanggulangan stunting," ujar Gat Tebay saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, sebelum bantuan disalurkan, seluruh penerima terlebih dahulu mengikuti sosialisasi mengenai tata cara budidaya dan pemanfaatan bantuan agar program berjalan optimal. Setelah itu, Dinas Ketahanan Pangan juga akan menurunkan tim pendamping untuk melakukan pembinaan, pemantauan, dan evaluasi secara berkala.
"Penerima bantuan tersebar di seluruh kelurahan wilayah Kota Timika," katanya.
Selain mendukung pertanian keluarga, Dinas Ketahanan Pangan juga memanfaatkan dana Otsus untuk membangun infrastruktur pendukung sektor pertanian, yakni sumur bor bagi kelompok tani sagu. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bersih yang dibutuhkan dalam proses produksi tepung sagu.
Terdapat empat kelompok tani yang menjadi penerima program ini, masing-masing dua kelompok berada di Kampung Naena Mukti Pura SP6, Distrik Iwaka, dan dua kelompok lainnya di Kampung Naiyaro, Distrik Mimika Timur.
"Dua sumur di SP6 sudah selesai dibangun dan saat ini sudah dimanfaatkan oleh petani. Sedangkan untuk lokasi di Naiyaro, pengerjaannya masih dalam proses," jelas Gat.
Ia berharap program pemberdayaan yang didanai melalui Otsus tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian keluarga, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, serta mendorong keberlanjutan usaha pengolahan sagu sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Mimika.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi