Nabire Terapkan MBG 2 Hari Tanpa Nasi, Mimika Masih Evaluasi Ketua Satgas MBG Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong saat melakukan pengecekan MBG di salah satu sekolah di Timika pada 15 April 2026 (Dokumen Salampapua.com/Evita)

Nabire Terapkan MBG 2 Hari Tanpa Nasi, Mimika Masih Evaluasi

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire mulai menerapkan kebijakan dua hari tanpa nasi dengan mengganti sumber karbohidrat menggunakan pangan lokal seperti ubi, singkong, dan keladi. Kebijakan tersebut merupakan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan pemanfaatan hasil pertanian lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Menanggapi kebijakan tersebut, Wakil Bupati Mimika yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, menyatakan mendukung pemanfaatan pangan lokal. Namun, menurutnya, Pemerintah Kabupaten Mimika saat ini masih memprioritaskan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG yang telah berjalan.

"Penggantian nasi dengan bahan pangan lokal itu sangat baik. Namun sampai saat ini kami belum membahas hal tersebut. Fokus kami sekarang adalah memastikan program yang sudah berjalan ini dapat terlaksana dengan baik terlebih dahulu," ujar Emanuel, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, penerapan menu berbasis pangan lokal di Mimika masih memerlukan kajian lebih lanjut, terutama terkait penerimaan para siswa terhadap jenis makanan yang disajikan.

"Kalau bicara efektivitas di Mimika, mungkin saja efektif karena pangan lokal juga cukup banyak tersedia. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana respons anak-anak. Apakah mereka dapat menerima menu tersebut atau tidak," jelasnya.

Karena itu, menurut Emanuel, evaluasi menjadi langkah utama sebelum pemerintah mengambil kebijakan terkait pengembangan atau penyesuaian menu MBG di Kabupaten Mimika.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan strategi pemanfaatan pangan lokal seperti yang diterapkan di Nabire dapat diadopsi pada masa mendatang, terutama jika terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.

"Penggunaan pangan lokal tetap menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ke depan setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Namun tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa agar tujuan program MBG tetap tercapai," pungkasnya.

Program MBG merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan bahan pangan lokal di berbagai daerah.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi