SALAM PAPUA (TIMIKA) – Harga cabai lokal di Kabupaten Mimika mengalami lonjakan signifikan dalam sebulan terakhir. Dari yang sebelumnya berkisar Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram, kini harga di tingkat eceran mencapai Rp120.000 per kilogram.
Kenaikan harga dipicu oleh menurunnya produksi cabai dari petani lokal akibat cuaca yang tidak menentu. Berkurangnya hasil panen membuat pasokan ke Pasar Sentral Timika menurun sehingga harga di tingkat distributor maupun pedagang eceran ikut terkerek.
Salah seorang pedagang eceran di Pasar Sentral Timika, Farda, mengatakan harga jual di kiosnya mengikuti harga yang ditetapkan distributor.
"Kami jual Rp120.000 per kilogram karena harga dari agennya sudah Rp115.000," ujar Farda saat ditemui, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, kenaikan harga mulai dirasakan dalam beberapa pekan terakhir seiring semakin berkurangnya stok cabai lokal yang masuk ke pasar.
Sementara itu, distributor rempah-rempah di Pasar Sentral Timika, Wiwin, menjelaskan bahwa penyebab utama melonjaknya harga adalah turunnya produksi dari petani lokal. Banyak petani mengalami kesulitan merawat tanaman akibat cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
"Betul sekali, harga cabai lokal memang sedang naik drastis. Itu karena pasokan dari petani sangat berkurang. Ada petani yang mengaku mereka kesulitan dengan cuaca, sehingga produksinya menurun," jelas Wiwin.
Ia menambahkan, tidak hanya cabai lokal yang mengalami kenaikan harga. Cabai yang didatangkan dari luar daerah juga kini dijual di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
Menurut Wiwin, tingginya harga cabai dari luar daerah dipengaruhi oleh biaya distribusi dan transportasi menuju Papua yang relatif mahal.
"Cabai dari luar Timika juga mahal karena harganya sudah diperhitungkan dengan biaya transportasi yang cukup tinggi," katanya.
Dengan pasokan yang masih terbatas dan biaya distribusi yang tinggi, harga cabai diperkirakan belum akan kembali normal dalam waktu dekat. Pelaku usaha berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga produksi petani lokal dapat meningkat dan pasokan ke pasar kembali stabil.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi