SALAM PAPUA (BANDUNG) – Media online Salampapua.com, yang diwakili Pimpinan Redaksi Sampe Sianturi, menggelar silaturahmi dengan Badan Pengurus Pusat (BPP) dan Panitia Natal Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI) se-Jawa dan Bali di Four Brothers Food and Coffee, Kompleks Batununggal Indah I, Bandung, Jumat (3/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ketua BPP IPMAMI, Jeni Ogolmagai, didampingi Ketua Panitia Natal 2026 Melian Magal serta Wakil Ketua Panitia Merrison Kum.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Berbagai isu dibahas, mulai dari dunia pendidikan, perkembangan politik, hingga berbagai persoalan sosial yang tengah terjadi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Jeni Ogolmagai menjelaskan bahwa IPMAMI saat ini memiliki jaringan di 10 koordinator wilayah (Korwil) yang tersebar di berbagai kota di Pulau Jawa dan Bali, yakni Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Cilacap, Surabaya, Malang, dan Bali.
"Setiap korwil memiliki badan pengurus harian sesuai kota masing-masing yang dipimpin ketua korwil. Seluruh korwil berada di bawah koordinasi Badan Pengurus Pusat dan saya dipercaya sebagai ketuanya," ujar Jeni.
Ia mengatakan, jumlah mahasiswa asal Mimika yang tergabung dalam IPMAMI diperkirakan mencapai sekitar 800 orang.
Menurutnya, IPMAMI tidak hanya mewadahi mahasiswa dari Suku Amungme dan Kamoro, tetapi juga lima suku kekerabatan, mahasiswa asli Papua lainnya, hingga putra-putri yang lahir dan besar di Kabupaten Mimika.
"Jadi siapa pun anak Timika yang sedang menempuh pendidikan di Jawa dan Bali dapat bergabung. Tidak harus orang Papua, yang penting berasal dari Kabupaten Mimika," jelasnya.
Jeni menambahkan, jumlah anggota terbanyak berada di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Salatiga, Malang, dan Surabaya.
Sementara itu, bidang studi yang paling banyak diminati mahasiswa IPMAMI antara lain kesehatan, ilmu sosial, hukum, politik, pertambangan, teknik sipil, serta berbagai disiplin ilmu lainnya.
Terkait hubungan kelembagaan, Jeni mengatakan selama ini IPMAMI menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti YPMAK, Yayasan Binterbusih, PT Freeport Indonesia, dan sejumlah pihak lainnya.
"Dengan YPMAK, Yayasan Binterbusih, maupun Freeport hubungan kami selama ini cukup baik. Mungkin karena faktor jarak, komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika belum terlalu intens. Kami pernah bertemu Wakil Bupati di Jakarta, namun belum sempat memaparkan program kerja secara lengkap. Respon beliau sangat baik. Dengan Bupati sendiri kami belum bertemu, tetapi akan segera kami agendakan," ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Jeni, pihaknya terus berupaya membangun komunikasi yang lebih erat dengan Pemerintah Kabupaten Mimika sebagai mitra sekaligus orang tua bagi para mahasiswa.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal IPMAMI 2026, Melian Magal, mengatakan persiapan perayaan Natal dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dan kondisi mahasiswa di perantauan.
Menurutnya, panitia harus mempersiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari lokasi kegiatan hingga pendanaan, mengingat rangkaian acara akan berlangsung selama tiga hari.
"Kami mencari dana dengan berbagai cara. Bahkan ada teman-teman yang rela mengorbankan waktu belajarnya demi menyukseskan kegiatan ini," katanya.
Meilan menjelaskan, Perayaan Natal IPMAMI se-Jawa dan Bali akan dilaksanakan pada 29 Desember 2026 hingga 1 Januari 2027 di Villa Teratai, Lembang.
Panitia telah menyesuaikan kapasitas lokasi dengan jumlah peserta yang diperkirakan hadir. Selain ibadah Natal, kegiatan juga akan diisi dengan berbagai agenda kebersamaan, termasuk tradisi bakar batu.
Ia mengungkapkan, kebutuhan anggaran penyelenggaraan cukup besar. Hingga kini panitia telah menghimpun dana sekitar Rp250 jutaan. Panitia sendiri menargetkan Rp900 juta karena sewa villa Rp375 juta sudah termasuk konsumsi. Namun panitia juga harus membiayai transportasi semua anggota Hipmami se-Jawa dan Bali di 10 Korwil.
"Perjuangan kami belum selesai. Kami masih terus mencari dana melalui penjualan pinang, bazar, turnamen futsal, bahkan mengamen. Kami tidak boleh gengsi demi menyukseskan kegiatan ini," ujarnya.
Menurut Meilan, proposal bantuan juga telah diajukan kepada berbagai pihak, di antaranya PT Freeport Indonesia, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan, Bapenda Mimika, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta sejumlah pihak lainnya.
Ia menegaskan, perayaan Natal bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan seluruh pelajar dan mahasiswa asal Mimika di Jawa dan Bali.
"Kami ingin menyatukan pola pikir seluruh mahasiswa agar memiliki visi yang sama dalam membangun Mimika sesuai semangat Eme Neme Yauware. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Konflik-konflik yang terjadi di Mimika harus menjadi pelajaran agar kita bersatu terlebih dahulu dalam satu konsep dan satu pemikiran," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Salampapua.com juga menyampaikan harapan agar seluruh pelajar dan mahasiswa asal Mimika tetap menjaga persatuan, menyelesaikan studi tepat waktu, serta kembali ke daerah untuk berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Mimika.
Penulis/Editor: Sianturi