Usai PKS Dengan RS Unhas, Bupati Nduga Kunjungi Pasien Anak Asal Kenyam Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Bupati Nduga, Yoas Beon, SIP didampingi Direktur RSUD Elvrida Kenyam, dr Nataniel Hadi dan Asisten II Setda Kenyam, Ina Gwijangge mengunjungi pasien anak asal Kenyam, Ipana Sabeye didi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Jumat (3/7/2026)(Salampapua.com/Dokumen Pemkab Nduga)

Usai PKS Dengan RS Unhas, Bupati Nduga Kunjungi Pasien Anak Asal Kenyam Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

SALAM PAPUA (MAKASSAR) – Usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas), Bupati Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Yoas Beon, S.IP, didampingi Direktur RSUD Kenyam dr. Nataniel Hadi, M.Kes., FISQUA, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Nduga, Ina Gwijangge, mengunjungi pasien anak asal Kenyam, Ipana Sabeye, yang tengah menjalani perawatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Jumat (3/7/2026).

Ipana telah dirawat di rumah sakit tersebut sejak Minggu malam (21/6/2026) setelah dirujuk dari RSUD Mimika oleh Pemerintah Kabupaten Nduga untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sebelumnya, Bupati bersama Direktur RSUD Kenyam telah menandatangani kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta terkait Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Agenda tersebut kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan PKS bersama Rumah Sakit Universitas Hasanuddin sebagai rumah sakit pendidikan untuk program magang pra-spesialis bagi para dokter asal Nduga.

Foto bersama antara Pemkab Nduga dan RS Universitas Hasanuddin Makassar usai penandanganan Perjanjian Kerja Sama, Jumat (3/7/2026)(Salampapua.com/Dokumen Pemkab Nduga) Foto bersama antara Pemkab Nduga dan RS Universitas Hasanuddin Makassar usai penandanganan Perjanjian Kerja Sama, Jumat (3/7/2026)(Salampapua.com/Dokumen Pemkab Nduga)

"Pada 3 Juli 2026 kami masih berada di Makassar setelah menyelesaikan penandatanganan MoU sekolah magang bagi dokter-dokter kami yang akan menempuh pendidikan spesialis sebagai tindak lanjut kerja sama dengan UGM di Yogyakarta," ujar Bupati Yoas Beon.

Usai kegiatan tersebut, rombongan langsung mengunjungi Ipana Sabeye untuk melihat secara langsung perkembangan kondisi kesehatannya.

"Kami berdiskusi dengan dokter dan perawat yang menangani pasien. Sampel sudah diambil dan sedang diperiksa di laboratorium. Kemungkinan dalam satu minggu ke depan hasil pemeriksaan akan keluar sehingga dapat diketahui secara pasti penyakit yang diderita sebelum dilakukan tindakan operasi," jelasnya.

Bupati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nduga juga telah menyampaikan apresiasi kepada pihak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo atas pelayanan yang diberikan, sekaligus berharap pasien mendapatkan penanganan terbaik.

"Kami memohon agar penanganan dilakukan secara maksimal karena kasus seperti ini merupakan yang pertama kali kami temukan di Kabupaten Nduga. Harapan kami, penyakit ini tidak membahayakan anak kami. Setelah berdiskusi dengan tim medis, kami optimistis telah ditemukan langkah-langkah penanganannya. Rumah sakit ini memiliki fasilitas yang lengkap serta didukung tenaga dokter yang profesional," katanya.

Menurut Bupati, setelah seluruh hasil pemeriksaan laboratorium diterima, tim dokter akan menentukan tahapan penanganan medis, termasuk terapi maupun tindakan operasi apabila diperlukan.

"Kami sangat berterima kasih atas pelayanan yang diberikan. Kami juga terus memberikan semangat kepada pasien dan keluarga. Apa pun yang terjadi, Pemerintah Kabupaten Nduga akan tetap mendampingi hingga pasien mendapatkan penanganan yang terbaik," tegasnya.

Bupati Yoas Beon menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui dinas terkait berkomitmen mendampingi Ipana hingga sembuh.

"Kami percaya anak ini akan pulih. Tetap semangat, tetap beriman. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Kami yakin Tuhan akan menghadirkan orang-orang yang membantu proses kesembuhannya," pungkasnya.

Optimisme tersebut turut diaminkan oleh Direktur RSUD Kenyam, dr. Nataniel Hadi, yang berharap seluruh proses pengobatan dapat berjalan lancar sehingga pasien segera pulih.

Penulis/Editor: Sianturi