SALAM PAPUA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Kepala BPBD Mimika, Agustina Rahaded menyampaikan bahwa ancaman kekeringan dan cuaca panas ekstrem mulai terasa di sejumlah wilayah Mimika.
Koordinasi telah dilakukan bersama BMKG untuk mengantisipasi penurunan curah hujan yang berisiko memicu krisis air bersih dan kebakaran lahan.
“Kami sudah lakukan pertemuan dengan BMKG dan memang dampak El Nino akan berlangsung dari bulan Agustus hingga September,” ujar Agustina saat dihubungi salampapua.com, Sabtu (22/8/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar menjaga lingkungan, mengawasi anak-anak supaya tidak bermain korek api sembarangan, serta menjaga area perkebunan dari potensi kebakaran akibat suhu panas.
Selain itu, warga juga diminta menjaga ketahanan pangan keluarga dan menghemat penggunaan air bersih untuk menghadapi penurunan hasil kebun.
Pihaknya pun telah menerbitkan imbauan melalui media massa dan akan melakukan sosialisasi langsung ke wilayah Kota Timika, Mapurujaya, hingga Poumako.
Agustina menambahkan, BPBD menyiagakan armada pemadam kebakaran serta Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk aksi cepat jika muncul titik api atau ancaman kekeringan.
“Kalau masyarakat memerlukan air, bisa langsung hubungi kami di pos pelayanan BPBD Mimika. Armada siap, stok air tersedia,” tegasnya.
Masyarakat dapat menghubungi Pos Pelayanan Pusdalops BPBD Mimika melalui WhatsApp: 0821.4770.1407 untuk laporan atau permintaan bantuan darurat.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy