Pemprov Papua Tengah Gandeng 30 Media, Gubernur Nawipa Dorong Media Jadi Mitra Pendidikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memimpin coffee morning usai penandatanganan MoU bersama 30 pimpinan media di Ruang Rapat Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire, Rabu (19/8/2026)(Salampapua.com/Elias)

Pemprov Papua Tengah Gandeng 30 Media, Gubernur Nawipa Dorong Media Jadi Mitra Pendidikan

SALAM PAPUA (NABIRE) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan Coffee Morning bersama 30 media di Tanah Papua sekaligus penandatanganan kerja sama media partner, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur Papua Tengah, kawasan Bandara Lama Nabire, tersebut dihadiri Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Kepala Biro Umum Vivian Andenita Gobay, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah Victor Fun, serta perwakilan media yang menjadi mitra pemerintah daerah.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Papua Tengah membangun hubungan yang lebih kuat dengan pers, khususnya dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara terbuka, akurat, dan bertanggung jawab.

Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa foto bersama dengan para pimpinan 30 media usai coffee morning dan penandatanganan kerjasama di Nabire, Rabu (19/8/2026)(Salampapua.com/Humas Pemprov PT)) Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa foto bersama dengan para pimpinan 30 media usai coffee morning dan penandatanganan kerjasama di Nabire, Rabu (19/8/2026)(Salampapua.com/Humas Pemprov PT))

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa media tidak hanya memiliki peran menyampaikan informasi, tetapi juga mempunyai tanggung jawab dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat melalui pemberitaan yang berbobot.

Menurut Nawipa, integritas wartawan harus menjadi dasar utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Setiap informasi yang dipublikasikan harus memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan oleh jurnalis maupun media.

Ia juga mendorong media tidak hanya memberitakan aktivitas gubernur dan wakil gubernur, tetapi turut mengawal serta mengukur kinerja pejabat dan organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga pelaksanaan program pemerintah benar-benar dapat dirasakan masyarakat.

“Kalau bisa media melihat juga kerja pejabat dan orang-orang yang membantu pemerintah. Dari situ kita bisa mengetahui apa yang sudah dikerjakan dan apa yang masih perlu dievaluasi,” ujar Nawipa.

Ia mencontohkan sejumlah program pemerintah di bidang pendidikan, termasuk dukungan bagi pelajar SMP, SMA dan SMK serta bantuan bagi mahasiswa.

Menurut Nawipa, program-program tersebut perlu diberitakan tidak hanya berdasarkan kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pengalaman para penerima manfaat agar masyarakat dapat mengetahui dampaknya secara langsung.

“Program tersebut perlu dilihat dari pengalaman penerima manfaat, sehingga masyarakat mengetahui dampaknya secara langsung,” katanya.

Nawipa berharap kerja sama dengan media tidak berhenti pada publikasi kegiatan pemerintah, tetapi berkembang menjadi kemitraan yang mampu menghadirkan informasi sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Media memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus memberikan kontrol dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Umum Pemprov Papua Tengah, Vivian Andenita Gobay, mengatakan kerja sama dengan media partner terus diperluas. Pada 2025, terdapat 21 media yang menjadi mitra Pemprov Papua Tengah. Jumlah tersebut meningkat menjadi 30 media pada 2026.

Melalui kerja sama tersebut, Pemprov Papua Tengah berharap pers dapat menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Sekaligus menjaga profesionalisme serta integritas jurnalistik di Tanah Papua,” pungkasnya.

Penulis: Elias

Editor: Sianturi