Prihatin Situasi Di Jila, Ketua DPRK Mimika Minta Pemkab Salurkan Bama Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapareyau, AMd (Salampapua.com/Acik)

Prihatin Situasi Di Jila, Ketua DPRK Mimika Minta Pemkab Salurkan Bama

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau, menyatakan keprihatinan atas situasi keamanan yang terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.

Insiden tersebut dilaporkan meliputi penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI dan seorang warga sipil, serta penyanderaan terhadap sembilan perempuan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Menanggapi kondisi tersebut, Primus mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika segera mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat Jila, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan makanan (bama) selama situasi keamanan belum kondusif

Hal itu disampaikan Primus saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor DPRK Mimika, Timika, Kamis (20/8/2026). Ia mengatakan, situasi keamanan yang mencekam membuat warga takut beraktivitas di luar rumah, termasuk berkebun dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Di Distrik Jila, hari ini masyarakat tidak bisa berkebun atau mencari nafkah, atau mencari makanan karena situasi keamanan. Akhirnya mereka tidak bisa mencari makan. Ini saya pikir hampir sama dengan bencana, tetapi bukan bencana alam,” kata Primus.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah karena masyarakat tidak dapat mengakses sumber pangan seperti biasanya.

Karena itu, Primus meminta Pemkab Mimika menjadikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Jila sebagai prioritas, terutama dengan menyalurkan bantuan pangan selama situasi keamanan masih menghambat aktivitas warga.

“Saya sangat berharap hal ini tidak berkepanjangan. Harus dihentikan. Saya kembali lagi kepada pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Mimika. Mungkin Pak Bupati bisa mengambil langkah untuk membantu masyarakat kami di Distrik Jila agar bisa mendapatkan makanan di waktu mereka tidak bisa mencari nafkah di tempat mereka atau di kebun mereka,” ujarnya.

Selain kebutuhan pangan, Primus turut menyoroti dampak situasi keamanan terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak di Jila. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kondisi yang aman agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan menyekolahkan anak-anak.

“Masyarakat Papua mau hidup damai, mencari makan dengan baik, mencari nafkah dengan baik, bersekolah, supaya ke depan pendidikan mereka bisa baik dan mereka bisa bekerja sesuai dengan pendidikan dan latar belakang yang sudah mereka pelajari,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan pangan merupakan persoalan paling mendesak yang harus segera ditangani. Menurutnya, dalam kondisi masyarakat kesulitan mendapatkan makanan, pendidikan anak-anak tentu akan semakin sulit diperhatikan.

“Jangankan mereka mau sekolah, mereka mau makan saja susah,” tegas Primus.

Ia juga meminta aparat keamanan, baik di tingkat daerah maupun pusat, mengambil langkah maksimal untuk memulihkan situasi keamanan di Distrik Jila.

Primus berharap kondisi tersebut segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, berkebun, bekerja, dan menyekolahkan anak-anak dalam suasana yang aman dan nyaman.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi