SALAM PAPUA (TIMIKA) – Seorang pria ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Freeport Lama, tepatnya di sekitar kawasan Bandara Mozes Kilangin, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 12.20 WIT.
Pria tersebut diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) setelah dikejar sekelompok orang yang menggunakan kendaraan roda empat jenis Toyota Avanza berwarna hitam.
Peristiwa tersebut menghebohkan warga dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan saksi mata, korban diduga dikejar sekitar tiga orang dari arah Kwamki Narama.
Saat tiba di kawasan dekat Bandara Mozes Kilangin, kendaraan yang digunakan para pelaku diduga sempat menyenggol korban. Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju Jalan Freeport Lama.
Namun, para pelaku diduga terus mengejar hingga berhasil menangkap korban dan melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius, di antaranya luka potong pada bagian betis dan bagian belakang kepala.
Melihat kondisi korban yang bersimbah darah, warga sekitar kemudian memberikan pertolongan dan membantu mengevakuasinya untuk mendapatkan penanganan medis.
Personel Polsek Mimika Baru yang tiba di lokasi langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Kapolsek Mimika Baru, AKP Boby Pratama Putra, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta identitas terduga pelaku.
“Terduga pelaku dan korban sama-sama datang dari arah Kwamki Narama. Saat ini, tim kami sedang melakukan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut untuk melacak keberadaan para pelaku,” ujar Boby.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian telah kondusif. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta segera memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui keberadaan kendaraan maupun orang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi