SALAM PAPUA (NABIRE) – Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Papua Tengah bergerak cepat merespons lonjakan kasus infeksi kulit, khususnya skabies dan pioderma, di Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya. Respons tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinkes Kabupaten Puncak Jaya dengan menerjunkan tim pelayanan kesehatan serta menyiapkan bantuan obat-obatan untuk masyarakat di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinkes P2KB Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes., CH. Med., CHt., mengatakan respons cepat dilakukan untuk mencegah kasus skabies berkembang menjadi komplikasi pioderma sekaligus memastikan kebutuhan obat-obatan bagi masyarakat di Mewoluk terpenuhi.
Berdasarkan laporan dari lapangan, kasus skabies yang awalnya ditemukan dan ditangani di tingkat puskesmas dilaporkan berkembang menjadi pioderma atau infeksi kulit sekunder yang ditandai dengan kondisi bernanah.
Kasus pioderma yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir membuat pasien dengan komplikasi tersebut banyak mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit (RS) Mulia. Tingginya kebutuhan pengobatan bahkan mendorong pihak rumah sakit melakukan pengadaan salep permetrin, salah satu obat yang digunakan dalam penanganan skabies, hingga beberapa kali.
Untuk memutus mata rantai penularan dan mencegah kondisi pasien semakin parah, Dinkes Kabupaten Puncak Jaya bersama Puskesmas Mewoluk telah membentuk Tim Pelayanan Kesehatan.
Tim tersebut ditugaskan turun langsung ke Distrik Mewoluk untuk melakukan skrining serta memberikan penanganan medis sedini mungkin kepada masyarakat yang mengalami keluhan infeksi kulit.
Selain pelayanan di lapangan, mekanisme rujukan juga disiapkan. Pasien skabies yang kondisinya memburuk atau telah mengalami komplikasi pioderma akan segera dievakuasi dan dirujuk ke RS Mulia untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Menurut dr. Agus, Dinkes P2KB Provinsi Papua Tengah juga langsung menindaklanjuti permohonan dukungan logistik tambahan dari wilayah Puncak Jaya. Tim Farmasi Dinkes P2KB Provinsi Papua Tengah berkoordinasi dengan Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Puncak Jaya untuk memastikan kebutuhan obat-obatan darurat dapat terpenuhi.
Saat ini, logistik obat yang dibutuhkan, termasuk salep permetrin dan obat-obatan pendukung lainnya, telah disiapkan oleh Dinkes P2KB Provinsi Papua Tengah.
Namun, pengiriman sempat terkendala pembatalan penerbangan menuju Puncak Jaya pada Rabu (2/9/2026). Meski demikian, pasokan medis tersebut tetap diamankan untuk dikirimkan pada penerbangan berikutnya.
Pihak ekspedisi telah mengambil logistik dari Dinkes P2KB Provinsi Papua Tengah dan mengamankannya di kargo. Pengiriman dijadwalkan dilakukan melalui penerbangan pertama menuju Puncak Jaya pada Kamis (3/9/2026).
Respons terpadu antara Dinkes P2KB Provinsi Papua Tengah dan Dinkes Kabupaten Puncak Jaya diharapkan dapat menekan penyebaran infeksi kulit di Distrik Mewoluk, mencegah skabies berkembang menjadi komplikasi pioderma, serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dengan dukungan ketersediaan obat yang memadai. (Sumber: Humas Pemprov Papua Tengah)
Editor: Sianturi