SALAM PAPUA (TIMIKA) – Puluhan sanggar seni masyarakat serta perwakilan SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Mimika memeriahkan Festival Budaya yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) di Lapangan Pasar Lama, Jalan Yos Sudarso, Timika, Selasa (6/10/2026).
Festival tersebut mengusung tema “Merawat Cerita, Menghidupkan Musik, dan Melestarikan Budaya di Tanah Amungsa Bumi Kamoro.”
Sekretaris Disbudparekraf Mimika, Daniel Orun, mengatakan festival tersebut merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Menurut Daniel, rangkaian festival diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari Indonesian Show, pertunjukan cerita rakyat, hingga pameran kuliner khas masyarakat. Puncak kegiatan ditandai dengan penampilan sanggar-sanggar seni yang mengangkat kearifan lokal budaya Amungme dan Kamoro.
“Yang paling utama adalah anak-anak sekolah, karena kita ingin budaya mereka tidak hilang dan tetap dikenal oleh generasi berikutnya,” ujar Daniel di sela-sela kegiatan, Selasa (6/10/2026).
Ia menjelaskan, perkembangan zaman dan masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri bagi kelestarian budaya lokal. Karena itu, kegiatan seperti festival budaya dinilai penting sebagai ruang bagi generasi muda untuk kembali mengenal dan mencintai identitas daerahnya.
Daniel berharap festival tersebut dapat terus dilaksanakan dan ditetapkan sebagai agenda tahunan Kabupaten Mimika dengan dukungan anggaran pemerintah yang lebih memadai. Dengan demikian, kegiatan serupa ke depan dapat dikembangkan dalam skala lebih besar dan melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas.
“Kita harapkan ini menjadi agenda tahunan. Jangan sampai tahun depan tidak ada. Kalau bisa lebih besar lagi, dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi masyarakat yang lebih banyak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Daniel mengatakan Disbudparekraf turut menyelaraskan festival tersebut dengan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat upaya pelestarian budaya, tetapi juga memberikan dampak terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan kolaborasi ini, ekonomi masyarakat juga bisa berjalan dengan baik, khususnya masyarakat Amungme dan Kamoro,” pungkasnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi