SALAM PAPUA (TIMIKA) – Warga Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, resah dan curiga adanya truk tangki pengangkut limbah tinja yang selalu keluar-masuk lorong akses masuk ke salah satu sungai di wilayah tersebut.

Marni yang lebih dikenal dengan panggilan mama Abi mengaku selama beberapa hari terakhir ada truk tangki yang selalui melintas di depan rumahnya di Kadun Jaya. Truk tangki angkutan khusus ini dicurigai membuang fases atau tinja ke dalam sungai yang ada di bagian belakang kompleksnya.

“Saya curiga ada mobil tangki yang selalu lewat di depan rumah. Saya dan suami saya pernah tanya ke sopirnya tapi jawabannya tidak jelas dan langsung pergi,” ungkapnya kepada salampapua.com, Jumat (25/8/2023).

Guru honor salah satu SMP di Distrik Mimika Timur ini mengatakan bahwa adanya tempat khusus pembuangan tinja menjadi sangat penting dari sanitasi lingkungan. Sebab jika dibuang ke sungai dapat menyebabkan terjadinya pencemaran berupa pencemaran air tanah, pencemaran tanah, gangguan pemandangan serta gangguan penciuman.

Karena itu ia berharap adanya perhatian khusus dari Pemkab Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebab menurutnya, urusan pembuangan tinja masuk dalam persoalan lingkungan hidup manusia.

“Bahaya sekali kalau sampai tinja dibuang ke sungai. Coba bayangkan kalau satu mobil tangki itu mengangkut berapa ribu liter dan dibuang ke sungai. Lingkungan kita jadinya sangat tercemar. DLH harus peka dengan persoalan ini, karena berkaitan dengan lingkungan hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Persampahan DLH Mimika, Aris S. menyampaikan bahwa hingga saat ini tinja dari kota Timika tidak dibuang ke TPA. Dalam hal ini, penampung tinja di TPA Iwaka telah dibangun PUPR Provinsi, tapi belum difungsikan lantaran belum adanya serah terima dengan DLH Mimika.

“Belum beroperasi penampungan yang di TPA Iwaka. Penampungannya sudah dibangun PU Provinsi tapi sampai sekarang belum ada tinja yang dibuang ke sana. Kami tidak bisa pastikan kemana mereka membuang tinja selama ini. Bisa saja ke sungai-sungai ataupun ke hutan-hutan,” ungkap Aris saat dihubungi via telepon.

Wartawan : Acik

Editor : Jimmy