SALAMPAPUA (TIMIKA)- Provinsi yang dulunya dikenal dengan nama Irian Jaya ini akhirnya berubah nama menjadi Papua. Papua merupakan wilayah paling timur Indonesia dan merupakan pulau terbesar kedua setelah Pulau Greenland, Denmark. Provinsi ini masih memiliki hutan yang sangat terjaga sehingga masih dapat kita jumpai hewan-hewan khas Papua yang keberadaannya tidak kita temukan di tempat lain. Apa saja hewan endemik Papua? Simak terus artikel di bawah untuk menemukan informasi menarik tentang kekayaan alam Papua berupa fauna Papua yang langka.

Hewan endemik merupakan hewan yang hanya ditemukan pada daerah tertentu dan tidak kita jumpai di daerah lain. Ada beberapa jenis hewan langka yang berasal dari Papua yang mungkin selama ini kurang diketahui oleh masyarakat diluar Papua karena sifatnya endemik. Berikut satwa endemik Papua yang bisa dirangkum duniahobiku.com buat anda semua:

1. Wallaby atau kangguru pohon (Macropoda)

Jika kita mendengar hewan kangguru tentunya kita langsung teringat pada negara asalnya yaitu Australia, tapi jangan heran ternyata di Papua juga ada jenis hewan yang disebut dengan kangguru pohon atau wallaby namun bedanya hewan ini ukurannya lebih kecil bila di bandingkan dengan kangguru Australia. Sayangnya hewan cantik yang sudah mulai langka yang berasal dari Papua ini kadang masih diburu secara liar oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.

2. Tupai berkantong / Bajing Papua (petaurus)

Tupai berkantong ini mempunyai ukuran yang sangat kecil yaitu sekitar 400 mm saja dan keunikan dari hewan ini yaitu mempunyai mata yang tebal dengan pandangan yang sangat tajam. Bentuknya yang mirip dengan sugar glider membuatnya sering disamakan dengan hewan yang cukup populer di Indonesia. Bagi para penggemar sugar glider pastinya bisa membedakan mana petaurus atau sugar glider.

3.Kuskus Papua

Jenis hewan yang satu ini adalah hewan nokturnal atau jenis hewan yang aktif di malam hari, dan hewan ini biasa hidup dan tinggal di pepohonan. Makanan kuskus Papua berupa buah-buahan yang terdapat di hutan.  Ada dua genus yang didentifikasi di Papua yaitu Phalanger (kuskus tidak bertotol) dan Spilocuscus (kuskus bertotol). Salah satu kuskus Papua yang berwarna menarik yaitu kuskus waigeo (nampak pada gambar dibawah) merupakan salah satu speseis kuskus endemik yang berada di kabupaten Raja Ampat, Papua Barat yang keberadaannya semakin sulit dijumpai.

4. Burung Cendrawasih (Paradisaeidae)

Keunikan dari jenis burung yang satu ini yaitu bulu yang sangat cantik dan indah, selain itu bulu-bulu dari burung ini masyarakat setempat biasa menggunakannya untuk pakaian adat, selain itu bulu burung ini juga pernah di buat sebagai topi wanita di Eropa, namun sayangnya burung ini kini menjadi hewan langka dan hampir punah. Burung yang cantik ini bahkan menyandang nama latin paradise (surga) karena keindahan bulunya.

5. Mambruk (Goura Victoria)

Habitat asli dari burung ini yaitu di daerah dataran rendah, di rawa-rawa, di hutan sagu, dan paling banyak di temukan di bagian utara pulau Irian. Ukuran burung ini tergolong pada ukuran yang besar dengan bulu-bulu yang indah dan menawan. Burung ini bahkan digunakan sebagai ikon kota Manokwari.

6. Burung Kasuari (casuarius)

Burung kasuari adalah jenis burung yang berukuran besar yang di lengkapi dengan tanduk di bagian kepalanya, selain itu jenis burung yang satu ini juga mempunyai kaki-kaki dengan kuku yang sangat tajam sebagai senjatanya. Burung ini ini dianggap salah satu jenis burung paling berbahaya, serangan burung ini bahkan bisa berakibat fatal bahkan kematian seperti yang pernah terjadi di Florida.

7. Nuri Kabare (Psittrichas fulgidus)

Nuri ini biasa juga disebut sebagai nuri elang atau nuri nazar karena bentuk kepalanya yang seperti burung hering (pemakan bangkai), nama lain sering disematkan buat nuri kabare yaitu burung nuri drakula. Burung ini umumnya ditemukan didataran tinggi Papua.

8. Vogelkop Superbird (Lophorina niedda)

Gambar dibawah ini bukan gambar kartun atau rekaan semata, ini burung asli. Burung ini dikenal dengan nama cendrwasih vogelkop atau burung berjubah sabit yang masih memiliki hubungan dengan burung cendrawasih. Burung ini biasanya ditemukan di Papua Barat di ketinggian 1200 hingga 2000 meter. Perubahan fisik umumnya terjadi saat burung ini sedang menggoda burung vogelkop betina seperti nampak pada gambar di bawah. (duniahobiku)

Editor: Sianturi