SALAM PAPUA (TIMIKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten
Mimika, Papua Tengah, mencatat peningkatan kasus HIV-AIDS sepanjang tahun 2025.
Total sebanyak 489 orang dinyatakan terinfeksi HIV-AIDS, meningkat dibandingkan
451 kasus pada tahun 2024.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes
Mimika, Kamaludin, mengatakan kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya
cakupan pemeriksaan HIV di masyarakat.
“Pada tahun 2025, tercatat 489 orang dinyatakan HIV-AIDS.
Angka ini meningkat dari tahun 2024. Peningkatan juga dipengaruhi oleh jumlah
pemeriksaan yang mencapai 58.220 orang, jauh melampaui target 39.944 orang,”
ujar Kamaludin, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan HIV dilakukan secara menyeluruh,
terutama kepada pasien Tuberkulosis (TBC) serta kelompok populasi kunci,
seperti pekerja seks dan kelompok berisiko lainnya, selain masyarakat umum.
“Seluruh pasien TBC wajib menjalani tes HIV karena TBC
merupakan komorbid utama HIV. Pasien HIV yang tidak rutin mengonsumsi obat
antiretroviral (ARV) sangat rentan terinfeksi TBC dan kondisi ini menjadi salah
satu penyebab utama kematian,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kamaludin menyampaikan bahwa Dinkes Mimika
terus melakukan berbagai upaya pencegahan HIV-AIDS melalui promosi kesehatan,
kampanye penggunaan kondom, serta pelaksanaan Program Pre-Exposure Prophylaxis
(PrEP) bagi kelompok berisiko.
Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi juga diberikan di
sekolah-sekolah sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelajar tentang pencegahan
HIV-AIDS sejak dini.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya pencegahan. Namun,
perilaku berisiko seperti bergonta-ganti pasangan masih menjadi faktor utama
penularan. Karena itu, pencegahan sangat bergantung pada perubahan perilaku
masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

