Viral Video Pengeroyokan Di Depan Ramayana Timika, Korban Terluka Parah Tangkapan video memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang pria di atas trotoar dekat pusat perbelanjaan Ramayana, Jalan Cenderawasih, Timika, Senin (20/7/2026) dini hari (Salampapua.com/Dokumen Warga)

Viral Video Pengeroyokan Di Depan Ramayana Timika, Korban Terluka Parah

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sebuah video yang memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap seorang pria di Jalan Cenderawasih, tepatnya di trotoar dekat pusat perbelanjaan Ramayana, Timika, viral di media sosial pada Senin (20/7/2026) dini hari.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak sejumlah pemuda mengeroyok seorang pria hingga terkapar di atas trotoar. Video lain yang diambil sesaat setelah kejadian memperlihatkan korban dalam kondisi terluka parah dengan tubuh berlumuran darah.

Berdasarkan keterangan warga yang berada di lokasi, insiden tersebut diduga berkaitan dengan dugaan percobaan pembegalan atau perampasan yang gagal. Dugaan tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

"Kemungkinan bermula dari aksi begal," ujar seorang warga yang suaranya terdengar dalam video yang beredar.

Hingga kini, identitas korban maupun pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian juga belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai kronologi, motif, maupun status hukum para pihak yang terlibat.

Usai kejadian, situasi di lokasi sempat memanas. Sejumlah orang yang diduga merupakan keluarga atau kerabat korban melakukan aksi pemalangan jalan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Mereka menutup akses jalan menggunakan batang kayu dan membakar tumpukan sampah sebagai bentuk protes.

Aksi tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Cenderawasih sebelum akhirnya situasi kembali berangsur kondusif.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Mimika masih belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. Polisi juga masih menyelidiki kronologi kejadian, mengidentifikasi korban dan pihak yang terlibat, serta memastikan penyebab pasti insiden itu.

Penulis: Acik

Editor: Sianturi