SALAM PAPUA (KARUBAGA) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua
membenarkan terjadinya kebakaran hebat yang melanda wilayah Giling Batu hingga
pertengahan Kogome, Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, pada 28 Januari 2026.
Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar 100 unit bangunan
milik warga dan pedagang, yang terdiri atas kios sembako, toko bangunan, rumah
makan, kos-kosan, kios pakaian, serta rumah tinggal masyarakat.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo
Sukarnito, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa penyebab kebakaran masih
dalam proses penyelidikan oleh jajaran Polres Tolikara. Api dengan cepat meluas
akibat tiupan angin kencang, sementara keterbatasan sarana dan prasarana
pemadam kebakaran menjadi kendala utama dalam penanganan di lapangan.
Dalam upaya pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran,
aparat gabungan TNI-Polri bersama masyarakat setempat berjibaku melakukan
pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya. Bahkan, satu unit
ekskavator turut dikerahkan untuk membongkar bangunan di sekitar titik api guna
memutus jalur rambatan kebakaran.
Proses pemadaman juga dibantu dengan penggunaan selang air
dan mesin pompa yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat dan roda enam
milik TNI-Polri serta masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Polda Papua mengimbau
masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi atau isu
yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penanganan dan penyelidikan kasus ini
ditegaskan dilakukan secara profesional dan transparan oleh aparat kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tidak
menyebarkan spekulasi terkait penyebab kebakaran, serta mempercayakan
sepenuhnya penanganan kejadian ini kepada Kepolisian. Mari bersama-sama menjaga
situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Cahyo
Sukarnito.
Hingga saat ini, situasi di lokasi kebakaran telah berhasil
dikendalikan meski api belum sepenuhnya padam. Pendataan terhadap kios, toko,
dan rumah warga yang terdampak masih terus dilakukan, namun belum maksimal
karena sebagian pemilik bangunan sementara mengungsi ke rumah keluarga
masing-masing.
Sementara itu, pemilik rumah yang diduga menjadi titik awal
munculnya api belum dimintai keterangan karena keberadaannya masih belum
diketahui.
Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus hadir
memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat
serta memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tolikara tetap
terjaga pascakejadian tersebut.
Terpisah, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw
menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dan
mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah lain.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian
materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp22 miliar,” ujarnya.
Penulis: Acik
Editor: Sianturi

