SALAM PAPUA (TIMIKA) - Karier Abraham Kateyau sebagai
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika erat kaitannya dengan investasi pendidikan
dan pemberdayaan masyarakat melalui program Beasiswa Yayasan Pemberdayaan
Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana Kemitraan PT
Freeport Indonesia (PTFI).
Abraham Kateyau menyampaikan dirinya mendapatkan kesempatan
untuk bergabung pada program beasiswa YPMAK yang dulunya pada tahun 1999-2001 bernama
Lembaga Pengembangan Masyarakat Irian Jaya (LPMIRJA). Program beasiswa ini
memberi ia kesempatan menjalani pendidikan Strata 1 di Jayapura.
“Saya berterima kasih kepada PTFI melalui YPMAK, saya
mendapatkan pendidikan S1 di Jayapura. Pendidikan S1 ini saya gunakan sebaik
mungkin hingga saya berhasil lulus dalam kurun waktu 4 tahun,” ujarnya saat
ditemui salampapua.com di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).
Dalam program beasiswa tersebut, ia sempat terpilih menjadi
Ketua Persatuan Mahasiswa dari Mimika di Jayapura, yang menurutnya program
beasiswa sangat memberikan kontribusi besar bagi dirinya. Sebab semua biaya dan
fasilitas lainnya diberikan YPMAK secara gratis, bahkan program beasiswa
tersebut memberikan pendidikan rohani.
“Kami sebelumnya itu tidak pernah kumpul bersama, tapi saat
mendapat beasiswa YPMAK, kita dipersatukan bersama, kita bahkan dikumpulkan
untuk melakukan Ibadah bersama. Jadi kami benar-benar diberikan perhatian
khusus,” ucap Abraham.
Setelah lulus dari pendidikan S1 tersebut, saat itu dirinya
satu-satunya orang Kamoro yang memiliki gelar sarjana Ekonomi. Dari gelar
tersebutlah dirinya ditawari pekerjaan di PTFI sebagai staf yang hanya bekerja
beberapa waktu. Namun setelah itu, Ia kemudian memilih untuk mendaftar dan
bekerja di Pemerintahan Kabupaten Mimika sebagai bentuk pengabdian kepada
negerinya.
“Dari lulus S1 Ekonomi, saya ditawarkan banyak pekerjaan,
karena saya satu-satunya orang asli Kamoro yang memiliki gelar waktu itu, jadi
saya sempat ditawari bekerja di PTFI sebagai staf. Namun dengan banyak
pertimbangan saya kemudian memilih mendaftar sebagai ASN,” jelas Abraham.
Abraham mengungkapkan, pada saat ia memberikan surat
pengunduran diri di PTFI, ia sempat diminta untuk tetap bekerja dan akan
dikirim ke Amerika, namun ia tetap memilih mengundurkan diri agar dapat
membangun Mimika.
“Jadi saya rasa program beasiswa YPMAK ini sangat penting
dan membantu anak-anak asli Mimika dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita,
karena benar-benar diperhatikan YPMAK. Anak-anak hanya fokus belajar. Prinsipnya
harus punya kemauan, jangan mau disuruh tapi kerjakan dengan niat pasti bisa,”
ungkapnya.
Dirinya pun berpesan kepada semua anak Mimika yang
berkesempatan menjadi bagian dari program beasiswa YPMAK agar mempergunakan
kesempatan tersebut dengan baik dan maksimal.
“Saya harap anak-anak Amungme, Kamoro dan lima Suku
Kekerabatan lainnya dapat mempergunakan kesempatan saat ini dengan baik, karena
tidak semua orang dapat kesempatan yang sama. Gunakan kesempatan ini agar
menjadi investasi pada diri sendiri,” pungkas Abraham.
Penulis: Evita
Editor: Jimmy

