SALAM PAPUA (NABIRE) - Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Nabire, Dina Pidjer menegaskan bahwa sekolah negeri pada dasarnya biaya
pendidikannya atau Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sudah gratis sejak lama.
Penegasan itu kembali digaungkan menyusul masih adanya
pemahaman keliru di masyarakat terkait istilah “sekolah gratis.”
"Istilah sekolah gratis kembali mencuat karena saat ini
tidak ada lagi pungutan SPP di sekolah negeri berkat dukungan penuh Dana
Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat," ujar Dina saat
di wawancara awak media, Sabtu siang (7/2/2026).
Ia merinci, kenapa disebut sekolah gratis? Karena memang
tidak ada SPP. Dana BOS sudah menanggung kebutuhan utama operasional sekolah.
Ia mengaku pada masa sebelumnya terdapat sejumlah kegiatan
sekolah yang belum dapat dibiayai melalui dana BOS. Untuk menutup kekurangan
tersebut, sekolah melalui komite sempat menawarkan dukungan kepada orang tua
murid, namun dengan aturan yang sangat ketat dan terbatas.
Ia menjelaskan, penggalangan dana hanya boleh satu kali
dalam setahun dan itu diatur jelas dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.
Orang tua yang tidak mampu pun diberi kelonggaran, bisa mencicil. Itulah peran
komite sekolah.
Namun kini kebijakan tersebut tidak lagi berlaku. Dia
menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi telah mengambil alih seluruh pembiayaan
kegiatan yang sebelumnya tidak bisa dicover oleh dana BOS. Artinya
sekolah-sekolah di Kabupaten Nabire tidak lagi dibenarkan melakukan pungutan
dalam bentuk apa pun.
“Kita bersyukur karena solusinya sudah ada dari provinsi.
Semua kebutuhan sekolah sekarang sudah ditanggulangi. Jadi betul-betul tidak
ada lagi pungutan," katanya.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada sekolah-sekolah
yang masih nekat melakukan pungutan. Dinas Pendidikan bersama pengawas sekolah
akan terus melakukan pengawasan langsung di lapangan.
“Kalau masih ada yang melanggar, pasti kita tegur dan akan
ditindak sesuai aturan. Pengawas sudah kita ingatkan saat turun ke
sekolah-sekolah agar tidak melanggar ketentuan," tutupnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Jimmy

