SALAM PAPUA (NABIRE) - Malam Minggu atau Sabtu malam (7/2/2026),
hujan deras mengguyur tanah leluhur siriwo, sasaran utama terpanah pada badan
Jalan trans Kilometer 141, karena jalan licin membuat pengendara mobil
distribusi Nabire ke pedalaman tidak dapat menguasai kendaraannya dan akhirnya
mobil nahas tersebut terguling hingga distribusi sembako berhamburan.
Jalan trans Kilometer 141 yang menghubungkan 4 Kabupaten yakni
Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Nabire, sering menjadi bagian dari keluhan warga
dan para pengemudi serta meminta perhatian serius pemerintah Provinsi maupun
Kabupaten.
Dalam video berdurasi 16 Menit yang sampai ke tangan
jurnalis salampapua.com, warga menyebutkan KM 141 kembali terjadi longsor di
badan jalan karena hujan deras yang mengakibatkan mobil distribusi barang tersebut
“terbaring”.
"Mobil dan truck masih mengantre di samping badan jalan
dan sulit berkendara akibat jalan licin," ujar warga.
Aki Mada Kegou, seorang warga asli Siriwo meminta pemerintah
provinsi dan kabupaten melalui dinas terkait segera bertindak untuk perbaikan
jalan trans secara menyeluruh, karena jalan ini merupakan jalan trans utama.
"Pemimpin daerah diminta untuk segera meninjau situasi di
Meeuwodide, apa yang sedang alami," ujar Aki melalui sambungan telepon
seluler di lokasi kejadian kepada salampapua.com, Minggu siang (8/2/2026).
Ia menegaskan, pemerintah harus segera turun tangan untuk
memperbaiki Jalan trans kilometer 141 karena ini bukan hal baru.
"Pemerintah segera turun tangan, karena jalan trans ini
bukan hanya dilalui para pengguna jalan pada umumnya tetapi juga kendaraan yang
mendistribusikan logistik sembako ke tiga kabupaten untuk menghidupi masyarakat
di sana," katanya.
Sementara itu, Ketua Komunitas Sopir Lintas Mee Yoka di
wilayah Meepago, Geni Douw juga mendesak pemerintah untuk mempercepat perbaikan
Jalan Trans Nabire-Paniai KM 139. Jalan di lokasi tersebut rusak parah akibat
longsor.
"Jadi kalau bisa dinas terkait, baik itu pemerintah
kabupaten, provinsi, dan pusat segera tangani. Percepat karena ini sudah mau
masuk dua minggu setelah terjadi longsor," ujarnya.
Penulis: Elias Douw
Editor: Jimmy

