SALAM PAPUA (TIMIKA) - PT. Petrosea Tbk Timika menggelar Women's Talk bersama puluhan pekerja perempuan, yang diselenggarakan di ruang pertemuan Camp PT Petrosea, jalan SP2 Timika, Sabtu (7/2/2026).

Women's Talk yang menghadirkan narasumber dari Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika dan Dinas Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) ini bertajuk "Berani Peduli, Berani Melindungi Pekerja Perempuan dan Pencegahan HIV/Aids" dengan harapan meningkatkan kesadaran tentang pekerja perempuan dan pencegahan terhadap HIV/Aids.

Officer CSR PT Petrosea Tbk Timika, Joyner Kambuaya mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Human Capital (HC) dan dikoordinir oleh Corporate Social Responsibility (CSR).

Materi yang diangkat, sambungnya, merujuk pada maraknya kasus HIV/Aids di Mimika. Karena itu, melalui kerja sama dengan Seksi P2M Dinkes Mimika, PT Petrosea memberi gambaran umum kepada seluruh pekerja perempuan guna menyikapi isu-isu penyebaran HIV/Aids, mencegah, upaya pemulihan, serta bagaimana peran perempuan dalam menekan stigma buruk bagi sesama warga yang dinyatakan positif.

"Kami merasa ini sangat penting sebagai edukasi bagi pekerja di PT Petrosea, khususnya yang merupakan pekerja perempuan, karena perempuan memiliki peran yang sangat kompleks di lingkungan tempat kerja, keluarga dan kehidupan sosial bermasyarakat. Makanya kami terus berkolaborasi bersama Seksi P2M Dinkes yang memang  sudah lama menjadi mitra kerja dari PT Petrosea," pungkas Joyner.

Sementara itu, pemateri dari DP3AP2KB Mimika, Aryanti Christin Yoku mengungkapkan bahwa semangat karyawati di PT Petrosea sangat luar biasa, mengingat semuanya berperan ganda.

Materi yang disampaikan terkait "Peran Ganda" yang mencakup peran seorang perempuan yang bekerja di perusahaan, menjadi seorang istri, mengurus rumah tangga dan  anak-anak. Ini menunjukkan porsi aktivitas perempuan jauh lebih banyak dari laki-laki atau suami.

Menjalani peran ganda seorang perempuan sangat tidak gampang, khususnya dalam mengendalikan diri, mengelola emosi dan mengenal orang-orang lain yang membutuhkan perannya, seperti di tempat kerja dan dalam rumah tangga serta keluarga besarnya.

Melalui Women's Talk ini, PT Petrosea memberi edukasi agar semua pekerja perempuan bisa mengenal potensi diri supaya tetap bertahan dalam melakoni peran ganda dengan berbagai dinamika ataupun konflik-konfliknya.

"Melalui kegiatan ini, bagaimana PT Petrosea mendukung semangat semua karyawati dalam menjalankan peran ganda itu. Menurut saya ini kegiatan yang sangat luar biasa, yang menunjukkan PT Petrosea memiliki kepedulian terhadap pekerja perempuan," ucap Kristin.

Kristin menuturkan, peran perempuan tentunya ditambah lagi dengan bagaimana menyikapi maraknya kasus kekerasan terhadap sesama perempuan. Peran perempuan sangat penting terbebas dari berbagai KDRT dan beban lainnya, sehingga bisa tetap sehat. Sebab jika kondisi seorang perempuan atau istri tidak sehat maka kondisi rumah tangga pun tidak akan baik-baik saja.

Menjadi seorang perempuan harusnya bisa mencintai diri sendiri, sehingga bisa menebarkan cinta bagi orang di sekitar ataupun di dalam rumah tangga dan tempat kerja.

"Dalam sesi diskusi, saya mendengarkan betapa hebatnya pekerja perempuan di PT Petrosea. Mereka benar-benar tangguh dalam menjalankan peran ganda," katanya.

Menurut Kristin, melalui Women's Talk ini, semua pekerja perempuan bisa mengetahui apa yang akan dilakukan jika mengalami KDRT ataupun di lingkungan tempat kerja. Mengingat di Indonesia memiliki undang-undang khusus perlindungan perempuan.

"Itu yang saya edukasi, supaya para pekerja perempuan ini bisa menolong diri sendiri sebelum menolong orang lain," ujarnya.

Penulis: Acik

Editor: Jimmy