SALAM PAPUA (TIMIKA)- Ada beragam alasan bayi menangis yang
perlu diketahui setiap orang tua. Hal ini karena menangis merupakan cara utama
bayi untuk menyampaikan keinginannya atau apa yang dirasakannya. Oleh karena
itu, pahami arti bayi menangis agar dapat mengatasinya sesuai kebutuhan bayi.
Karena belum bisa bicara, bayi akan mengungkapkan
keinginannya dengan cara menangis. Namun, tidak sedikit orang tua yang
kebingungan, bahkan panik, ketika bayinya mulai menangis, terutama jika
tangisannya tidak berhenti meski sudah ditenangkan dengan berbagai cara. Oleh
karena itu, setiap orang tua perlu memahami terlebih dahulu apa saja alasan
bayi menangis.
Beragam Alasan Bayi Menangis dan Cara Mengatasinya
Ada beragam kondisi yang dapat menyebabkan bayi menangis, di
antaranya:
1. Tidak nyaman
Bayi menangis bisa menjadi tanda ia sedang merasa tidak
nyaman, baik karena popoknya sudah basah maupun saat ia merasa kedinginan.
Selain menangis, bayi juga akan melengkungkan tubuhnya untuk menunjukkan bahwa
dirinya tidak nyaman dengan sesuatu atau sedang stress.
2. Kelelahan
Bayi yang lelah biasanya tidak tertarik dengan mainan
favoritnya, sering menguap, dan tidak aktif seperti biasanya. Bila tanda ini
terlihat pada Si Kecil, berarti ia butuh tidur. Bunda dapat membaringkannya di
tempat tidur agar ia merasa nyaman dan tidur dengan nyenyak.
3. Terganggu dengan kondisi sekitar
Bayi bisa merasa terganggu ketika ia berada dalam suasana
yang terlalu ramai, suhu ruangan yang terlalu panas atau dingin, terlalu banyak
orang yang mengajaknya bermain, atau mendengar musik yang terlalu keras.
Bawalah Si Kecil ke tempat yang tenang karena ia mungkin
memerlukan suasana yang sepi dan tidak banyak gangguan. Bunda juga dapat
memutar musik dengan alunan yang lembut untuk membuatnya merasa nyaman.
4. Kesepian atau bosan
Bayi juga bisa merasa kesepian. Terkadang, ia menangis hanya
karena ingin mendengar suara atau merasakan pelukan orang tuanya. Oleh karena
itu, Bunda bisa menggendong dan memeluknya atau mengusap-usap punggungnya saat
ia berbaring di tempat tidur.
Berdiam pada posisi yang sama selama lebih dari 20 menit
dapat membuat bayi merasa bosan. Ia biasanya ingin berganti posisi, melihat
suasana lain, atau menyentuh sesuatu. Bila Si Kecil menangis karena hal ini,
Bunda dapat memenuhi keinginan Si Kecil dengan cara membawanya ke tempat lain.
5. Takut
Ada kecenderungan bayi takut pada orang yang baru
dilihatnya. Hal inilah yang membuat bayi sering menangis saat digendong oleh
orang yang belum dikenalnya, misalnya teman atau kerabat Bunda yang sedang
berkunjung.
Bunda bisa mengambil Si Kecil kembali dari gendongan orang
lain secara perlahan dan mengenalkan secara perlahan ke orang-orang yang baru
ditemuinya agar ia tidak merasa takut lagi.
6. Sakit
Bunda harus waspada jika Si Kecil terus-menerus menangis dan
terlihat rewel karena bisa menjadi tanda ia sedang sakit. Salah satu penyakit
yang bisa membuat bayi menangis terus-menerus adalah kolik.
Hingga saat ini, penyebab kolik belum diketahui secara
pasti. Namun, ada dugaan bahwa kolik pada bayi diakibatkan oleh kram perut yang
pada akhirnya menyebabkan bayi merasa kesakitan.
Jika kolik menjadi alasan bayi menangis, belum ada
penanganan yang tepat selain menghibur Si Kecil sampai ia tenang kembali.
Kondisi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua Saat Bayi Menangis
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang perlu Bunda
waspadai saat bayi menangis:
Menangis lebih sering dari biasanya, suara tangisannya lebih
kencang atau lebih pelan dari biasanya, atau sama sekali tidak menangis. Tidak
mau makan atau minum, kulitnya tampak pucat, kebiruan, atau kuning, susah
bernapas atau bernapas terlalu cepat.
Kejang, demam dengan suhu 38°C atau lebih, tetapi tangan dan
kakinya terasa dingin, terutama jika usianya di bawah 3 bulan, dehidrasi dengan
tanda bibir dan mulut kering, warna urine kuning gelap, jarang atau tidak buang
air kecil dalam beberapa jam, dan tidak keluar air mata saat menangis, buang
air besar sebanyak 6 kali atau lebih dalam waktu 24 jam
Muncul perdarahan atau cairan dari pusarnya, muntah berwarna
hijau atau muntah darah dan matanya berwarna kemerahan.
Bagi bayi, terutama yang baru lahir, menangis adalah
satu-satunya cara berkomunikasi. Menanganinya memang penuh tantangan, tetapi
akan lebih mudah dijalani asalkan sudah memahami alasan bayi menangis.
Bunda juga tidak perlu khawatir karena masa-masa bayi sering
menangis hanya terjadi selama 6–8 minggu pertama dan akan akan berangsur-angsur
berkurang. Jangan lupa untuk selalu menjaga kondisi kesehatan Bunda dengan
menjalani pola makan sehat dan istirahat yang cukup. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi


