SALAM PAPUA (TIMIKA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandara Mozes Kilangin Timika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring wilayah Mimika yang kini memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Pada periode ini, kondisi cuaca berpotensi tidak menentu dan dapat memicu cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Musim kemarau sendiri diperkirakan mulai berlangsung pada April 2026.

Prakirawan BMKG Timika, Stevan Yawan, menjelaskan bahwa saat ini sedang terjadi peralihan dari Angin Monsun Barat (angin baratan) menuju Angin Monsun Timur (angin timuran).

“Ciri masa peralihan biasanya ditandai dengan cuaca panas terik pada pagi hingga siang hari, kemudian berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang pada sore hingga malam hari,” ujarnya saat dihubungi, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, meskipun belum terpantau adanya fenomena atmosfer skala besar, dinamika cuaca lokal pada masa transisi sudah cukup memicu perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi.

“Memang tidak ada fenomena besar yang mempengaruhi, tetapi kondisi lokal sudah cukup menyebabkan cuaca berubah secara tiba-tiba. Karena itu masyarakat harus tetap waspada,” jelasnya.

BMKG mengingatkan warga Mimika dan sekitarnya untuk tidak lengah serta melakukan langkah antisipasi dini guna meminimalisir dampak cuaca ekstrem.

Masyarakat juga diimbau untuk rutin memantau informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan BMKG, agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca secara cepat.

“Dengan memantau informasi resmi dari BMKG, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem, terutama pada sore hingga malam hari,” tutupnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi