SALAM PAPUA (KENEYAM)- Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai acara pengumuman kelulusan siswa di SMA Negeri 1 Kenyam, Kamis (8/5/2026) yang dipusatkan di sekolah tersebut. Acara dihadiri para orang tua dan 64 siswa-siswi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge, bersama Kepala Sekolah SMA Damianus Mahiri menyampaikan pesan motivasi sekaligus harapan besar bagi masa depan generasi muda Papua.

Kepala Sekolah SMA Damianus Mahiri mengumumkan bahwa seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 64 orang dinyatakan lulus 100 persen. Ia mengakui bahwa proses pendidikan selama tiga tahun penuh tantangan dan keterbatasan, namun dirinya tetap optimistis terhadap kemampuan para siswa.

Menurutnya, dunia pendidikan bukan hanya tentang teori di ruang kelas, melainkan bagaimana para siswa nantinya mampu menghadapi kehidupan nyata di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang akan terlihat ketika mampu bertahan, berjuang, dan memberi manfaat di lingkungan sosialnya.

“Kami ibarat melepaskan anak panah dari busurnya. Setelah tiga tahun bersama kami, anak-anak ini sekarang melangkah menghadapi kehidupan mereka sendiri,” ujarnya.

Ia juga meminta para orang tua untuk terus mendukung anak-anak mereka dan tidak mudah menyalahkan guru ketika para siswa menghadapi tantangan di masa depan. Sebab menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.

Kepala Sekolah mengaku, dalam proses penentuan kelulusan sempat terjadi berbagai perdebatan di internal sekolah. Namun dirinya terus meyakinkan para guru agar tetap percaya terhadap potensi para siswa.

“Tidak ada manusia yang sempurna. Tetapi kami percaya anak-anak ini bisa menjadi orang hebat,” katanya.

Selain memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap dekat dengan Tuhan dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan hidup, ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas pendidikan di sekolah. Salah satunya adalah belum tersedianya aula yang memadai sehingga sejumlah kegiatan sekolah terkadang harus dilaksanakan menggunakan tenda.

Ia berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah ke depan, termasuk persoalan perlengkapan sekolah seperti sepatu dan seragam yang masih menjadi kendala bagi sebagian siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga, Otomi Gwijangge, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para guru dan siswa atas semangat serta ketekunan mereka dalam menjalani proses pendidikan di tengah berbagai keterbatasan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan di Kabupaten Nduga tidak terlepas dari kerja keras para guru yang tetap setia menjalankan tugas mulia mendidik anak-anak bangsa, meskipun menghadapi keterbatasan sarana dan akses pendidikan.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para siswa yang terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Otomi menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan tiga pilar utama, yakni dukungan orang tua, peran guru, dan kemauan dari siswa itu sendiri.

“Kalau tidak ada komitmen dan kemauan dari diri sendiri, pendidikan akan sulit berkembang,” ujarnya.

Otomi menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga dimulai dari keluarga dan gereja. Menurutnya, karakter, moral, dan mental anak-anak harus dibentuk sejak dini agar mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus melawan berbagai stigma negatif terhadap Papua melalui peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.

“Saya percaya lima sampai dua puluh tahun ke depan anak-anak Papua mampu menunjukkan bahwa mereka bisa maju dan berhasil,” katanya.

Meski mengaku tidak pernah membayangkan akan dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendidikan karena bukan berasal dari latar belakang pendidikan keguruan, Otomi menilai tugas yang diembannya saat ini merupakan amanah Tuhan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Acara tersebut menjadi momentum penuh harapan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Nduga, sekaligus menegaskan bahwa di tengah segala keterbatasan, semangat untuk membangun generasi muda Papua tetap terus menyala.

Penulis/Editor: Sianturi