SALAM PAPUA (TIMIKA)- PT Petrosea Tbk, masing-masing Head of Corporate Secretary & Communications, Anto Broto (ketujuh kanan), External Manager, Reynold Donny Kabiai (kelima kanan), CSR Superintendent, Aditya Ramadhana Djaja (keempat kanan) dan Deputy GM of Corporate Communications, Marzuki Asikin (paling kanan) membahas perkembangan terkini kasus malaria di Kabupaten Mimika.

Di Papua, upaya melawan malaria bukan sekadar tentang pengobatan, tetapi juga tentang menjaga harapan akan hidup yang lebih sehat, melindungi kualitas hidup masyarakat, serta membangun masa depan yang lebih baik. Hingga saat ini, Papua masih menyumbang sekitar 90% kasus malaria nasional, di mana Kabupaten Mimika menjadi salah satu wilayah dengan tingkat penyebaran tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, PT Petrosea Tbk berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemberantasan malaria di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah dan sekitarnya melalui berbagai langkah pencegahan dan pengobatan, serta program edukasi yang melibatkan pemerintah daerah serta masyarakat setempat sebagai bagian dari implementasi program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan.

Sebagai wujud dari komitmen tersebut, sepanjang bulan April 2026 Petrosea menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia pada 25 April 2026 dengan mengusung tema global “Driven to End Malaria: Now We Can. Now We Must” serta tema nasional “Bertekad Mengakhiri Malaria: Sekarang Kita Bisa, Sekarang Kita Harus”.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan malaria, pada 16 April 2026 tim Petrosea bersama Unit Pelayanan Terpadu Pengendalian Penyakit Malaria Kabupaten Mimika membagikan kelambu kepada masyarakat Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika. Selain pembagian kelambu, tim juga memberikan edukasi mengenai cara penggunaan yang tepat guna mengurangi risiko penularan malaria. Kegiatan ini turut didukung oleh Kepala Kampung Damai, Bapak Luther Wenda, Penanggung Jawab Program Malaria Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Ibu Imelda K.R. Ohoiledjaan beserta tim, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kwamki Narama.

 

 Kepala Kampung Damai, Luther Wenda bersama tim Petrosea dan petugas kesehatan dari Puskesmas Kwamki Narama melaksanakan kegiatan pembagian kelambu kepada masyarakat Kampung Damai, Kabupaten Mimika.

“Pendistribusian kelambu bertujuan untuk menekan angka penyebaran malaria melalui langkah pencegahan yang sederhana namun efektif, khususnya bagi masyarakat di daerah endemis,” ujar Reynold Donny Kabiai, External Manager PT Petrosea Tbk yang turut hadir pada kegiatan tersebut.

Sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan peningkatan edukasi kesehatan masyarakat, pada 25 April 2026 Petrosea menyelenggarakan kegiatan skrining malaria melalui metode Mass Blood Survey (MBS), pemberian pengobatan bagi peserta yang terdeteksi positif, distribusi lotion anti-nyamuk, serta sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa SD dan SMP, tenaga pendidik, serta pengurus asrama di Sentra Pendidikan SP 5, Kabupaten Mimika. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi kasus malaria sejak dini pada usia sekolah, melakukan penanganan cepat melalui pengobatan langsung, meningkatkan kesadaran akan PHBS sebagai upaya pencegahan, serta mendukung program eliminasi malaria di Kabupaten Mimika.

CSR Officer PT Petrosea Tbk, Joiner Kambuaya bersama Puskesmas Timika Jaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melaksanakan skrining malaria bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, sebagai langkah pengendalian penyebaran nyamuk penyebab malaria di lingkungan masyarakat, pada 27 April 2026 Petrosea melaksanakan kegiatan fogging dan penyemprotan melalui metode Indoor Residual Spraying (IRS) di Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Malaria Center bersama Penanggung Jawab Program Malaria Kabupaten Mimika dan Puskesmas Kwamki Narama, dengan dukungan dari Petrosea sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam menjaga kesehatan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terlindungi dari risiko penyakit menular.

“Petrosea berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kesehatan masyarakat Papua melalui upaya pencegahan malaria dan edukasi berkelanjutan. Kami percaya bahwa masyarakat yang sehat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas,” ujar Anto Broto, Head of Corporate Secretary & Communications PT Petrosea Tbk.

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari keberlanjutan program “Petrosea Peduli Malaria” yang telah dijalankan sejak tahun 2023, melalui berbagai inisiatif seperti pemeriksaan malaria gratis, edukasi pemberantasan sarang nyamuk, serta kegiatan fogging di lingkungan masyarakat. Melalui program ini, Petrosea berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menekan angka penyebaran malaria serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penerapan pola hidup sehat.

Program “Petrosea Peduli Malaria” sejalan dengan inisiatif TEMPO KAS TUNTAS (Tanggulangi Eliminasi Malaria melalui Periksa Darah, Obati dan Awasi Kepatuhan Pengobatan Sampai Tuntas) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 22 Tahun 2022, yang bertujuan menurunkan kasus malaria secara signifikan guna mencapai target eliminasi malaria nasional pada tahun 2030, khususnya di Papua.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, Petrosea berharap dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seiring dengan tercapainya target eliminasi malaria, sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup dan berkembang dalam lingkungan yang lebih sehat, aman dan berkelanjutan. (Sumber: Humas PT Petrosea Tbk)

Editor: Sianturi