SALAM PAPUA (TIMIKA) – Distress merupakan reaksi emosional yang muncul ketika seseorang menghadapi tekanan yang terasa berat atau sulit dikendalikan. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, serta menurunkan kualitas hidup.

Distress sering disamakan dengan stres, padahal keduanya berbeda. Stres bisa bersifat sementara dan bahkan dapat memotivasi seseorang. Sementara itu, distress adalah bentuk stres yang berdampak negatif karena membuat seseorang merasa tertekan, kewalahan, dan kehilangan semangat.

Berbeda dengan distress, ada juga jenis stres positif yang disebut eustress, yaitu stres yang justru dapat meningkatkan fokus, semangat, dan membantu seseorang berkembang, misalnya saat memulai pekerjaan baru atau mengikuti perlombaan.

Agar tidak berdampak lebih serius, distress perlu dikelola dengan baik. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain mengambil jeda singkat dari aktivitas (micro-breaks), berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, menjaga pola hidup sehat seperti cukup tidur, makan bergizi, dan berolahraga, serta menghindari alkohol dan zat adiktif.

Jika distress terasa semakin berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater. Dukungan dari orang terdekat juga sangat penting agar seseorang tidak merasa sendirian saat menghadapi masa sulit. (Sumber: Alodokter)

Editor: Sianturi