SALAM PAPUA (TIMIKA)- Private relationship adalah hubungan
yang dijalani secara tertutup. Banyak pasangan yang merasa diuntungkan dengan
menjalani hubungan ini. Agar Anda juga bisa memperoleh manfaatnya, ada beberapa
tips yang dapat diterapkan, lho.
Private relationship sering disalahartikan sebagai hubungan
yang disembunyikan atau backstreet. Padahal, keduanya tidak sama, karena
private relationship bukan berarti merahasiakan pasangan atau berpura-pura
sedang tidak menjalin hubungan.
Dalam menjalani private relationship, orang lain mengetahui
bahwa Anda sedang menjalin hubungan. Hanya saja Anda dan pasangan tidak
mempublikasikan atau menceritakan hubungan asmara ke orang lain, baik dengan
cara curhat ke teman maupun mengunggah foto di media sosial.
Manfaat Menjalani Private Relationship
Private relationship dapat memberikan berbagai manfaat
positif untuk diri serta hubungan dengan pasangan, khususnya dalam pernikahan.
Berikut ini adalah beberapa manfaat menjaga privasi dalam hubungan yang bisa
diperoleh:
1. Menciptakan hubungan yang sehat
Private relationship dapat menciptakan hubungan yang sehat,
karena mencerminkan perilaku menghargai dan memahami perasaan pasangan dengan
tidak banyak berbagi ke orang lain.
Selain itu, pasangan yang menjalani private relationship
biasanya juga lebih nyaman menyampaikan perasaan, harapan, dan kekhawatiran
diri sendiri tanpa takut dihakimi. Adanya komunikasi yang baik ini juga
termasuk dalam ciri-ciri hubungan sehat.
2. Menjadi lebih dekat dengan pasangan
Terlalu sering berbagi cerita (oversharing) dengan orang
lain justru dapat mengurangi keintiman emosional Anda dan pasangan. Akibatnya,
hubungan kalian berdua dapat merenggang atau terasa makin menjauh.
Menerapkan private relationship, lebih memungkinkan Anda dan
pasangan membangun kepercayaan serta mengatasi konflik dengan baik. Hal ini
juga dapat menciptakan ketenangan yang akan membuat Anda dan pasangan makin
dekat.
3. Mencegah konflik dan drama
Saat curhat dengan sahabat tentang konflik Anda dan
pasangan, sering kali mereka akan memihak Anda. Hal ini tidak selalu salah
karena merupakan bentuk simpati dan dukungan dari orang terdekat. Namun, karena
Anda telah menggambarkan pasangan Anda secara negatif, kesan negatif tersebut
bisa melekat dalam pikiran mereka.
Nah, hal tersebut justru dapat memicu konflik baru dengan
sahabat Anda dan bahkan bisa memperkeruh hubungan dengan pasangan. Jadi, dengan
menjalani private relationship, risiko munculnya konflik dan drama baru dapat
dihindari.
4. Mencegah hubungan ‘beracun’
Mengekspos hubungan Anda terlalu detail justru memicu
terbentuknya toxic relationship. Kebiasaan ini mungkin bisa membuat pasangan
merasa tidak nyaman atau marah yang akhirnya mendorong munculnya perilaku
‘beracun’.
Sebaliknya, jika Anda dapat menjaga privasi dalam hubungan,
Anda dan pasangan bisa menciptakan hubungan yang lebih intim dan harmonis.
5. Memiliki banyak waktu untuk quality time
Dengan menjaga privasi hubungan, Anda dan pasangan bisa
lebih banyak fokus pada satu sama lain tanpa terganggu oleh opini dari orang
lain. Hal ini tentunya akan membuat kalian memiliki banyak waktu berdua dan
menciptakan momen-momen berharga bersama.
Cara Menjalani Private Relationship
Menjalani private relationship harus dengan kesepakatan
antara Anda dan pasangan. Jika sudah sepakat menerapkan pola relasi ini, ada
beberapa cara yang bisa Anda dan pasangan terapkan untuk mendapatkan manfaat
hubungan yang privat, yaitu:
Buatlah kesepakatan bersama pasangan mengenai sejauh mana
informasi pribadi dapat dibagikan dengan orang lain atau media sosial. Pertimbangkan
dengan hati-hati sebelum berbagi informasi pribadi tentang diri sendiri atau
pasangan ke orang lain.
Bersikaplah terbuka terhadap perubahan karena privasi dan
batasan dalam hubungan dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu. Jaga
kejujuran dan hindari kebohongan dalam hubungan.
Private relationship merupakan ciri hubungan sehat yang
menunjukkan adanya sikap menghargai terhadap privasi dalam hubungan. Jika Anda
menemukan kesulitan dalam menyelesaikan masalah dengan pasangan, jangan ragu
untuk melakukan konseling pernikahan dengan psikolog guna mendapatkan saran
yang sesuai. (Sumber: Alodokter)
Editor: Sianturi

