SALAM PAPUA (TIMIKA) – Sebanyak 118 Sekolah Dasar (SD)
dengan total 4.357 siswa di Kabupaten Mimika melaksanakan Tes Kemampuan
Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) tahun 2026.
Pelaksanaan TKA dan AN secara resmi dibuka oleh Asisten 1
Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot di SD Inpres
Koperapoka 1, Senin (20/4/2026).
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakannya, Ananias Faot
mengatakan pemerintah daerah menetapkan target optimistis agar rata-rata skor
kompetensi daerah meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya, khususnya
pada penguatan aspek literasi dan numerasi.
“Pelaksanaan tes yang kini semakin berbasis teknologi bukan
hanya soal efisiensi, tetapi merupakan komitmen untuk memperkenalkan ekosistem
digital kepada anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para siswa agar mengerjakan soal
dengan tenang, fokus, dan tidak terburu-buru. Menurutnya, tes tersebut bukan
beban, melainkan tantangan untuk mengukur perkembangan selama enam tahun di
bangku sekolah dasar.
“Saya instruksikan kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan
dan pengawas ujian untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan dengan tertib,
transparan, dan akuntabel,” ungkap Ananias.
Sementara itu, Kasie Kurikulum pada Dinas Pendidikan Mimika,
Simon Roba Patandianan dalam laporannya menjelaskan bahwa TKA dilaksanakan di
sekolah yang memiliki laboratorium komputer. Mata pelajaran yang diujikan
meliputi literasi (Bahasa Indonesia) dan numerasi (Matematika) dengan sistem
Computer Based Test (CBT).
“Jumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Mimika sebanyak 136
satuan pendidikan dengan jumlah peserta didik kelas 6 sebanyak 4.571 siswa.
Sementara jumlah satuan pendidikan yang mengikuti TKA sebanyak 118 sekolah
dengan peserta didik 4.357 siswa, terdiri dari 2.261 laki-laki dan 2.096
perempuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat 12 SD yang belum dapat melaksanakan
TKA. Enam sekolah tidak memiliki kelas akhir, sedangkan sisanya mengalami
kendala lain seperti keamanan dan jaringan yang belum memadai.
“Jadi ada 12 satuan pendidikan yang memiliki kendala, dan
akan kita lakukan evaluasi terhadap pimpinan sekolah tersebut karena dianggap
tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik sebagai leader sekolah,” pungkas
Simon.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

