SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Timika masih terus terjadi. Pada Senin (6/4/2026), sebanyak 200 tabung LPG yang masuk di gudang PT Indimatam Nusantara, Kampung Nawaripi, dilaporkan langsung habis dalam waktu singkat.

Meski hujan mengguyur sejak pagi, warga tetap memadati lokasi untuk mengantre demi mendapatkan gas. Mereka datang membawa tabung, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, berharap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Namun, saat pantauan di lokasi sekitar pukul 09.00 WIT, pihak agen menyatakan stok telah habis.

“Sudah habis Pak semua. Tadi ada masuk 200 tabung, tapi langsung habis. Besok baru ada lagi,” ujar salah satu petugas kepada warga yang masih berdatangan.

Tak lama setelah itu, pintu gudang pun ditutup. Warga yang sudah berhasil mendapatkan LPG tampak segera meninggalkan lokasi, sementara yang lain terpaksa pulang dengan tangan kosong.

Salah seorang warga, Irna, mengaku bersyukur masih bisa mendapatkan satu tabung meski harus antre sejak pagi.

“Saya sudah dapat satu tabung, memang dijatah. Tapi yang penting untuk sementara bisa dipakai di rumah,” ujarnya.

Ia mengatakan, stok gas di rumahnya sudah habis sejak beberapa hari lalu. Bahkan, saat mencoba membeli pada Sabtu sebelumnya, ia tidak kebagian karena datang terlambat.

Sementara itu, warga lainnya, Husni, mengaku kecewa karena tidak berhasil mendapatkan LPG meski sudah datang sejak pagi dalam kondisi hujan.

“Sudah datang hujan-hujan, eh malah habis. Di rumah sekarang terpaksa pakai kompor minyak tanah, itu pun harganya sekarang lebih mahal dari biasanya,” keluhnya.

Kondisi ini membuat sebagian warga mulai beralih ke bahan bakar alternatif seperti minyak tanah, meskipun ketersediaan dan harganya juga tidak stabil. Situasi ini menambah beban pengeluaran rumah tangga di tengah keterbatasan pasokan LPG.

Kelangkaan yang terjadi berulang ini menunjukkan bahwa distribusi LPG di Timika masih belum stabil. Masuknya ratusan tabung yang langsung habis dalam waktu singkat menjadi gambaran tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan pasokan memadai.

Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk menormalkan distribusi LPG, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus antre panjang setiap hari.

Penulis/Editor: Sianturi