SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Johannes Rettob memastikan ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Timika dalam kondisi aman dan segera kembali normal. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu kelangkaan semu.

Hal tersebut disampaikan menyusul masuknya sebanyak 700 tabung LPG ukuran 12 kilogram ke Timika, sebagaimana laporan yang diterima pemerintah daerah.

“Saya sudah terima laporan 700 tabung ukuran 12 kilogram sudah masuk ke Timika. Jadi masyarakat jangan panic buying. Kepanikan ini justru bisa menimbulkan kelangkaan semu dan mengganggu rantai pasok, padahal pasokan sebenarnya aman,” ujar Johannes Rettob, Sabtu (11/4/2026).

Ia menjelaskan, saat ini penjualan LPG dilakukan melalui distributor dengan sistem pembelian langsung di gudang. Proses distribusi tersebut diawasi secara ketat oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna memastikan penyaluran tepat sasaran.

Dalam kebijakan sementara, pembelian dibatasi satu tabung per keluarga untuk menjaga pemerataan distribusi.

“Penjualan kita arahkan langsung di gudang dengan pengawasan Satpol PP, dan pembelian dibatasi satu keluarga satu tabung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati memastikan dalam waktu dekat pasokan LPG akan kembali bertambah melalui jalur laut. Diperkirakan pada 13 April mendatang, akan masuk tambahan sekitar 3.000 hingga 5.000 tabung LPG berbagai ukuran ke Timika.

“Dalam waktu dekat, mungkin tanggal 13 atau setelahnya, stok LPG akan masuk lagi sekitar 3.000 sampai 5.000 tabung. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Pemerintah daerah berharap masyarakat tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan agar distribusi tetap stabil dan merata.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi