SALAM PAPUA (TIMIKA) - Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Yohanes Felix Helyanan melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Timika, Rabu (29/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Yohanes menyoroti sejumlah persoalan yang dihadapi sekolah, mulai dari kondisi gedung yang kurang memadai, keterbatasan tenaga guru, hingga operasional bus sekolah yang belum didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Kepala SLB Timika, Sunardin, mengatakan gedung sekolah di Jalan Irigasi baru dihibahkan kepada Pemprov Papua Tengah pada tahun 2025, padahal bangunan tersebut telah dibangun pada 2024. Kondisi itu membuat sejumlah fasilitas kini sudah tidak layak digunakan.

Menurutnya, bangunan sekolah bahkan mengalami kemiringan karena berdiri di atas lokasi bekas rawa. Selain itu, bangunan asrama dan rumah guru juga dinilai tidak layak huni. Plafon bangunan rusak dan ambruk, sementara septic tank mengalami kerusakan parah.

“Bukan hanya gedung kami yang tidak layak, namun dua bus operasional yang dihibahkan Pemprov untuk anak-anak pun diberikan tanpa biaya operasional sehingga sekolah kesulitan pembiayaan. Sedangkan orang tua juga sulit membantu biaya tersebut,” ujarnya.

Sunardin menambahkan, keterbatasan tenaga pengajar juga menjadi kendala serius. Saat ini jumlah tenaga di SLB hanya 18 orang, termasuk petugas keamanan dan kebersihan.

“Keadaan tenaga pendidikan kita ini sangat tidak memadai. Guru ini mendidik anak-anak yang istimewa, jadi tidak bisa satukan anak-anak dalam satu kelas. Kalau ada guru yang berhalangan maka anak-anak tidak bisa belajar,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Yohanes Felix menyatakan aspirasi yang disampaikan pihak sekolah akan menjadi perhatian serius. Ia berjanji akan mendorong usulan tersebut secara tertulis kepada Pemprov Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan.

“Ini harus menjadi perhatian Pemprov sebagai pengelola SLB ini. Kita sudah bangun SLB ini maka harus kita perhatikan dan memberikan tanggung jawab penuh atas SLB ini,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus tidak boleh diabaikan karena menyangkut hak dasar setiap warga negara.

“Pemberian pendidikan adalah hak semua anak bangsa, termasuk anak-anak istimewa ini. Aspirasi ini juga akan saya dorong ke Pemkab Mimika karena SLB ini berada di wilayah Kabupaten Mimika dan harus ditindaklanjuti,” tegas Yohanes.

Dalam kunjungan tersebut, Yohanes Felix juga menyerahkan bantuan perlengkapan alat tulis kantor (ATK) untuk mendukung proses belajar mengajar di SLB Timika.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi