SALAM PAPUA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Johannes Rettob,
secara resmi membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Mimika yang digelar di Ballroom Hotel Grand
Tembaga Timika, Jumat (1/5/2026).
Dalam sambutannya, Johannes Rettob menyoroti dinamika dan
ketidakstabilan tata kelola olahraga di Mimika sejak 2022. Ia menyebut, kondisi
tersebut dipicu oleh polemik dalam proses kepengurusan KONI yang berujung pada
terganggunya pembinaan dan prestasi olahraga daerah.
“Proses pada 2022 dilakukan melalui musyawarah, namun dalam
perjalanannya terjadi diskualifikasi ketua terpilih, lalu muncul penunjukan
tanpa musyawarah. Ini yang membuat perjalanan olahraga di Mimika menjadi tidak
stabil hingga hari ini,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Musorkablub
sebagai titik awal pembenahan organisasi. Agenda ini diharapkan menghasilkan
kepengurusan antar waktu yang akan bertugas hingga 2027, sebelum dilanjutkan
dengan Musorkab secara normal.
Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan sebagai sarana
evaluasi dan konsolidasi guna memperkuat arah kebijakan pembangunan olahraga
yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan.
Bupati juga menyoroti ketimpangan pembinaan olahraga yang
selama ini masih terpusat di wilayah kota Timika, sementara potensi atlet di
kampung-kampung belum tergarap maksimal.
“Kita punya wilayah luas dari gunung sampai pantai, tetapi
pembinaan olahraga masih terpusat di kota. Bisa jadi, atlet-atlet potensial
justru ada di kampung-kampung yang belum tersentuh,” tegasnya.
Ia pun mendorong kepengurusan baru nantinya mampu menjangkau
seluruh wilayah Mimika, termasuk melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten
sebagai ajang menjaring bibit unggul dari daerah terpencil.
Sementara itu, Sekretaris KONI Papua Tengah, Yeki Tebai,
menilai Musorkablub menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi olahraga
di Mimika, terutama dalam menghadapi agenda besar ke depan.
Ia menekankan pentingnya kerja maksimal dari pengurus baru,
serta koordinasi yang baik dengan seluruh cabang olahraga agar pembinaan dapat
berjalan merata.
“Kepengurusan baru memiliki tugas besar, termasuk
mempersiapkan atlet Mimika untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi dalam waktu
dekat,” ujarnya.
Selain itu, pembinaan jangka panjang juga diarahkan untuk
menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
Yeki juga mengingatkan pentingnya penataan administrasi
organisasi, khususnya terkait legalitas Surat Keputusan (SK) kepengurusan
cabang olahraga, menyusul perubahan wilayah provinsi yang membutuhkan
penyesuaian struktur organisasi.
“Beberapa tahun lalu kami melakukan pembekuan, dan kini
sedang dibenahi. Mimika menjadi daerah pertama yang menerbitkan SK baru.
Musorkablub ini adalah kelanjutan kepengurusan periode 2023–2027,” jelasnya.
Ia berharap, kepengurusan yang terbentuk dapat berjalan
hingga masa bakti berakhir pada 2027, sebelum kembali digelar musyawarah untuk
pembentukan pengurus definitif.
“Kami berharap musyawarah ini berjalan lancar tanpa konflik,
karena tujuan kita sama, yakni memajukan olahraga di Kabupaten Mimika,”
pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

